Mengenal Kampung Adat Kampung Pitu di Gunung Api Purba Nglanggeran

Kampung pitu yang kental akan budaya
Sumber :
  • https://desawisatanglanggeran.id/kampung-adat-kampung-pitu/

Wisata, VIVA Banyuwangi – Di balik megahnya Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat sebuah kampung adat unik bernama Kampung Pitu.

img_title Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu: Tiga Benteng, Satu Kisah Besar

Cek Produk Rekomendasi Kami
Nasi Gudeg Khas Jogja Instant Only Bandung

Nasi Gudeg Khas Jogja Instant Only Bandung

Mulai dari

Rp.18.000

Berada di puncak timur gunung, kampung ini hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga, sesuai namanya: "Pitu" yang berarti tujuh dalam bahasa Jawa. Selain letaknya yang terpencil dan tenang, Kampung Pitu menyimpan kekayaan budaya dan tradisi yang terus dijaga hingga kini.

img_title 5 Rekomendasi Wisata Libur Lebaran 2026/1447 H Di Pasuruan

Cek Produk Rekomendasi Kami
Kerupuk Kecil Lotek/Bubur Ayam per 100gr | Fresh Jogja

Kerupuk Kecil Lotek/Bubur Ayam per 100gr | Fresh Jogja

Mulai dari

Rp.6.835

Asal-Usul dan Legenda Kampung Pitu

img_title 5 Wisata Religi Di Pasuruan

Nama Kampung Pitu tidak lepas dari cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun. Menurut sang juru kunci, Mbah Rejo Dimulyo, dahulu kala seorang abdi dalem dari Keraton Yogyakarta menemukan sebuah pohon langka bernama Kinah Gadung Wulung, yang diyakini memiliki kekuatan magis. Untuk menjaga pohon tersebut, diadakanlah sayembara yang akhirnya dimenangkan oleh tujuh orang pilihan.

Dari ketujuh penjaga itu, dua di antaranya, yaitu Eyang Irodikromo dan Eyang Tir, menetap di kawasan tersebut dan menurunkan generasi yang kemudian dikenal sebagai warga Kampung Pitu. Lima orang lainnya meninggalkan wilayah tersebut, dan dalam cerita rakyat, dikisahkan ada yang mengalami moksa. Hingga kini, masyarakat setempat meyakini bahwa Pohon Kinah Gadung Wulung hanya bisa dilihat oleh mereka yang tercerahkan.

Tradisi dan Adat Istiadat yang Masih Dilestarikan

Meski mayoritas warganya memeluk agama Islam, masyarakat Kampung Pitu tetap melestarikan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai upacara adat seperti slametan dilakukan sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan, sementara rasulan menjadi ungkapan syukur atas hasil panen.

Tradisi agraris seperti mong-mong, wiwitan, dan kenduri juga masih rutin dijalankan, sarat dengan makna spiritual dan penghormatan terhadap alam. Seluruh ritual tersebut dilaksanakan dengan khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi perekat kuat dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Kampung Pitu.

Situs Budaya: Tlogo Guyangan dan Jaran Sembrani

Salah satu situs budaya penting di Kampung Pitu adalah Tlogo Guyangan, sebuah mata air yang digunakan dalam berbagai ritual adat. Dalam legenda lokal, telaga ini pernah digunakan oleh bidadari untuk memandikan kuda bersayapnya, Jaran Sembrani. Di sekitar lokasi, terdapat jejak tapak kaki kuda yang dipercaya sedang "mengkal" (beristirahat) sebelum kembali terbang ke langit.

Halaman Selanjutnya
img_title