Pantai Kuala Tuha, Permata Tersembunyi di Kabupaten Nagan Raya, Aceh

Pesona pantai di Nagan Raya Aceh
Sumber :
  • RRI

Wisata, VIVA Banyuwangi –Pantai Kuala Tuha, terletak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi destinasi wisata yang kian populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

img_title Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu: Tiga Benteng, Satu Kisah Besar

Keindahan alam yang masih alami, pemandangan matahari terbenam yang memukau, serta potensi pariwisata yang besar membuat pantai ini semakin dikenal.

Tidak hanya sekadar tempat wisata, Pantai Kuala Tuha juga menyimpan sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat setempat.

img_title 5 Rekomendasi Wisata Libur Lebaran 2026/1447 H Di Pasuruan

Potensi Wisata Pantai Kuala Tuha

Pantai Kuala Tuha memiliki garis pantai yang panjang dengan pasir putih bersih yang terhampar luas.

img_title 5 Wisata Religi Di Pasuruan

Ombaknya yang tenang membuat pantai ini cocok untuk berbagai aktivitas, seperti berenang, bermain pasir, hingga memancing.

Selain itu, air lautnya yang jernih juga menarik bagi pecinta olahraga air, seperti snorkeling dan diving.

Tidak heran jika pantai ini mulai dilirik sebagai destinasi unggulan di Aceh.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagan Raya, Irfan, menyatakan bahwa Pantai Kuala Tuha memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Pantai ini bisa menjadi salah satu ikon pariwisata di Aceh jika dikelola dengan baik. Kami berencana untuk menambah fasilitas pendukung seperti tempat istirahat, restoran, dan wahana permainan air," ujarnya.

Selain potensi alam, keunikan lain dari Pantai Kuala Tuha adalah vegetasi hutan mangrove yang mengelilingi sebagian pantainya.

Hutan mangrove ini tidak hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi.

Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan lingkungan di kawasan tersebut.

Sejarah Pantai Kuala Tuha

Pantai Kuala Tuha bukan hanya menyimpan pesona alam, tetapi juga sejarah yang menarik.

Nama "Kuala Tuha" sendiri berasal dari bahasa Aceh yang berarti "muara tua." Pantai ini dulunya menjadi salah satu pusat perdagangan di masa kerajaan Aceh Darussalam.

Pada abad ke-16, banyak pedagang dari berbagai daerah datang ke Pantai Kuala Tuha untuk berdagang, terutama hasil bumi seperti lada, kopi, dan rempah-rempah.

Namun, seiring berjalannya waktu, peran Pantai Kuala Tuha sebagai pusat perdagangan mulai berkurang.

Halaman Selanjutnya
img_title