Manfaat Buah Tomat yang Jarang Diketahui
- Pexels @Dmitry Demidov
Kesehatan, VIVA Banyuwangi –Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan tomat. Tomat merupakan buah yang berbentuk cenderung agak bulat dan biasanya berwarna merah.Tomat biasanya mudah ditemukan di mana saja, mulai dari supermarket, pasar tradisional, hingga pedaganh sayur keliling.
Namun, tahukah Anda bahwa tomat ternyata memiliki banyak sekali manfaat yang dapat menunjang kesehatan kita.
Berikut ini adalah berbagai manfaat tomat untuk kesehatan seperti yang dilansir dari www.health.com sebagai sumber acuan.
1. Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pria yang mengonsumsi banyak tomat terutama yang dimasak memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah.
Beta-karoten dan likopen merupakan antioksidan yang terkandung dalam tomat dan keduanya memiliki sifat antikanker. Antioksidan melindungi diri dari kerusakan sel yang dapat menyebabkan perkembangan kanker dan menyebabkan sel kanker mati.
2. Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung
Konsumsi tomat juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Suatu penelitian menunjukkan bahwa asupan likopen yang tinggi serta kadar antioksidan yang tinggi dalam darah mengurangi risiko penyakit jantung hingga 14%.
3. Dapat Mencegah Sembelit
Kurangnya serat dalam makanan Anda dapat memicu sembelit. Mengonsumsi tomat yang merupakan sumber serat dapat membantu jika Anda mengalami sembelit.
Serat selulosa, hemiselulosa, dan pektin dalam tomat baik untuk proses pencernaan di usus besar dan dapat membantu membentuk feses yang sehat.
4. Dapat Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Hampir 15% orang dewasa di Amerika Serikat menderita diabetes. 38% orang dewasa lainnya menderita pradiabetes, atau gula darah yang lebih tinggi dari biasanya.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa likopen dalam tomat dapat mencegah diabetes tipe 2. Likopen melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi peradangan.
5. Mendukung Kesehatan Otak
Beberapa bukti menunjukkan antioksidan dalam tomat seperti likopen dapat melindungi diri kita dari penyakit Alzheimer.
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang berusia 70 tahun ke atas yang mengonsumsi lebih banyak likopen mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat.