4 Kesalahan Self Care yang Perlu Disadari

Ilustrasi seorang wanita yang self care dengan bersantai di kamar
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/woman-lying-on-bed-white-holding-board-bcLE7reXFLM

Gaya Hidup, VIVA BanyuwangiKehidupan yang super sibuk membuat sebagian orang terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Bahkan, mereka sampai lupa kalau tubuh dan pikiran juga perlu perhatian. Memerhatikan diri sendiri dengan merawat diri atau self care bisa menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Merawat diri tidak selalu identik dengan kemewahan. Pada aktivitas keseharianmu seperti menjaga pola tidur, itu sudah termasuk self care. Dilansir dari worklifepsych.com, Dr. Richard MacKinnon menjelaskan bahwa self care adalah segala aktivitas yang sengaja dilakukan seseorang demi meraih kesejahteraan hidup dari segi fisik, psikologis, dan sosial.

Namun, kamu perlu memahami kalau self care atau merawat diri juga punya batasan. Tidak semua aktivitas self care berdampak positif bagi kesejahteraan hidupmu. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum tentang self care yang dilansir dari worklifepsych.com.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

1. Self Care yang Tidak Sehat

Apakah kamu tipe orang yang merokok, mengonsumsi makanan olahan yang tidak sehat, dan minum alkohol? Kamu perlu waspada karena tiga hal tersebut tidak baik untuk kesehatanmu dalam jangka panjang. Apalagi kalau kamu menganggap aktivitas tersebut adalah self care versimu. 

img_title Pikun di Usia Remaja: Mitos atau Fakta?

Aktivitas seperti itu bisa mengundang penyakit dan merusak kesejahteraan hidup. Saat kamu memutuskan untuk self care, tanyakan pada dirimu apakah aktivitas self care versimu adalah sesuatu yang boleh konsisten dilakukan setiap hari atau setiap minggu dan tidak mengharapkan satu atau dua efek samping. 

2. Self Care sebagai Alasan Validasi Perilaku

Perilaku yang sangat tidak bermanfaat bisa divalidasi oleh beberapa orang sebagai self care. Misalnya kamu membatalkan janji karena iseng, tidak hadir tanpa keterangan atau mangkir dalam rapat, dan mengecewakan orang lain. Self care yang memvalidasi perilaku tersebut bisa merusak citra diri kamu. 

Kamu bisa menyebut hal itu self care kalau posisi kamu kewalahan atau overwhelmed. Dalam hal ini, kamu jangan merespon dengan spontan. Libatkanlah orang lain dalam pengambilan keputusan. Diskusi dan pertimbangkan bagaimana kamu bisa mengubah komitmenmu. Carilah cara untuk menghindari situasi yang sama lagi. 

Halaman Selanjutnya
img_title