Jejak Bidadari di Bumi Pertiwi Antara Mitos, Legenda, dan Bukti yang Tersisa

Jejak Bidadari di Bumi Pertiwi Mitos, Legenda, dan Bukti Tersisa
Sumber :
  • inibaru.id

Wisata, VIVA Banyuwangi –"Bidadari turun dari kayangan, mandi di telaga, meninggalkan selendang sutra..." Kutipan cerita rakyat ini sering kita dengar sejak kecil.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Sosok bidadari, makhluk cantik jelita bersayap penghuni kahyangan, telah menginspirasi berbagai kisah dan kepercayaan di seluruh Nusantara.

Namun, seberapa jauh keberadaan mereka tumpang tindih dengan realitas?

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Mari kita telusuri jejak-jejak bidadari di bumi Indonesia, menguak lapisan mitos, legenda, dan bukti peninggalan yang masih ada hingga kini.

Bidadari dalam Khazanah Budaya Indonesia

img_title Grebeg Suran Baturraden Tradisi Banyumas yang Sarat Makna dan Warisan Leluhur

Kepercayaan akan adanya bidadari telah mengakar kuat dalam berbagai budaya di Indonesia.

Dalam relief candi-candi Hindu-Buddha, bidadari atau apsara digambarkan sebagai wanita cantik penari surgawi penghibur para dewa. 

Di kalangan masyarakat tradisional, bidadari sering dikaitkan dengan keindahan alam, seperti air terjun, telaga, dan gunung.

Banyak cerita rakyat mengisahkan bidadari yang turun ke bumi untuk mandi di air terjun atau telaga, dan meninggalkan selendang sebagai jejak keberadaan mereka.

Legenda dan Mitos Bidadari di Berbagai Daerah

1. Jawa

- Gunung Lawu: Di lereng Gunung Lawu, terdapat Sendang Drajat, sebuah telaga yang dipercaya sebagai tempat mandi para bidadari. Konon, bidadari juga sering menampakkan diri di puncak gunung ini. 

- Curug Cimahi: Air terjun di Bandung ini dipercaya sebagai tempat mandi 7 bidadari. Legenda mengatakan bahwa mereka turun ke bumi untuk menghilangkan kutukan. 

2. Sumatera

- Danau Toba: Legenda Danau Toba mengisahkan seorang pemuda yang menikahi bidadari yang turun ke bumi.

Namun, pemuda tersebut melanggar pantangan dengan menyebut asal-usul istrinya, sehingga bidadari kembali ke kayangan dan menimbulkan banjir besar yang membentuk Danau Toba. 

3. Kalimantan

- Suku Dayak: Suku Dayak mempercayai adanya bidadari yang disebut Tiung. Tiung dianggap sebagai makhluk suci penghuni kayangan yang dapat memberikan petunjuk dan berkah kepada manusia. 

4. Sulawesi

- Toraja: Di Toraja, bidadari dikenal dengan sebutan Langi'. Mereka dipercaya mendiami tempat-tempat tinggi seperti gunung dan tebing. 

5. Papua

- Suku Mee: Suku Mee mempercayai adanya bidadari yang disebut Ikinia. Ikinia digambarkan sebagai wanita cantik bersayap yang tinggal di puncak gunung. #SukuMee #Ikinia

Halaman Selanjutnya
img_title