Mengenal Gagal Jantung: Penyebab Kematian Penyanyi Senior Emilia Contessa
- Pexels : @freestocks.org
Kesehatan, VIVA Banyuwangi –Penyanyi senior Emilia Contessa, yang terkenal dengan suara emasnya pada dekade 70-an dan 80-an, dikabarkan meninggal dunia pada 27 Januari 2025, akibat gagal jantung. Berita duka ini menarik perhatian masyarakat, terutama karena penyakit tersebut merupakan salah satu penyebab kematian yang umum, terutama di kalangan lansia.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa yang dimaksud dengan gagal jantung, berbagai penyebabnya, serta faktor-faktor risiko yang perlu diperhatikan.
Gagal jantung sendirinya adalah suatu keadaan di mana jantung mengalami pelunakan, sehingga tidak dapat lagi memompa darah dengan baik ke seluruh bagian tubuh. Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan, gagal jantung dibagi menjadi 3 :
1. Gagal Jantung Kiri
Sisi kiri jantung berfungsi menerima darah yang mengandung oksigen dari paru-paru dan memompanya ke seluruh tubuh. Jika terjadi gagal jantung kiri, darah akan menumpuk di paru-paru, menyebabkan sesak napas dan kekurangan oksigen di tubuh. Gejala umum meliputi kelelahan, pusing, sesak napas saat berbaring atau beraktivitas, mengi, suara berderak di paru-paru , irama jantung abnormal, sesak napas di malam hari, kulit dingin dan kebiruan serta kebingungan.
2. Gagal Jantung Kanan
Gagal jantung kanan dapat menyebabkan gangguan dalam proses pengisian jantung, yang mengakibatkan penumpukan darah di dalam vena. Beberapa gejala yang muncul akibat gagal jantung kanan antara lain kelelahan, kelemahan, sesak napas saat beraktivitas. Selain itu, penderita mengalami detak jantung yang cepat,nyeri dada, pusing, serta batuk kronis. Penderita mungkin juga mengalami sering buang air kecil di malam hari, penumpukan cairan di perut ,pembesaran hati, mual, dan kehilangan nafsu makan.
3. Gagal Jantung Biventrikuler
Gagal jantung biventricular adalah kondisi di mana kedua ventrikel, yaitu ventrikel kiri dan kanan, tidak berfungsi dengan baik. Jenis gagal jantung ini merupakan yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis, dan gejalanya serupa dengan yang terjadi pada gagal jantung kiri maupun kanan. Gejala yang sering muncul antara lain adalah nyeri dada yang tajam, sesak napas saat beraktivitas, batuk kering yang berkepanjangan, demam, kesulitan bernapas saat berbaring, kesulitan dalam menarik napas dalam, serta cegukan yang tidak kunjung reda.
Risiko gagal jantung lebih tinggi pada orang dengan tekanan darah tinggi, yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, obesitas, atau yang memiliki pola hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok, dan sering mengonsumsi makanan cepat saji (junk food).
Pencegahan gagal jantung memerlukan komitmen untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Gagal jantung adalah penyakit yang sebetulnya dapat dicegah dan dikelola dengan baik jika terdeteksi sejak awal. Serta senantiasa menerapkan pola hidup sehat.