Teman Banyak Kok Masih Merasa Kesepian? Yuk, Atasi dengan 5 Cara Ini!
- Pexels: @Elle Hughes
4. Jangan-jangan 'Jauh'-nya Sama Diri Sendiri? Coba Kenali & Sayangi Dirimu Dulu
Kadang-kadang nih, sumber kesepian itu bukan dari luar, tapi justru dari dalam diri kita sendiri. Mungkin kita lagi merasa 'jauh' atau nggak terhubung sama diri sendiri? Nggak benar-benar kenal apa yang kita rasakan, butuhkan, atau inginkan dalam hidup? Kalau hubungan kita sama diri sendiri aja renggang, wajar kalau kita merasa 'kosong' meskipun dikelilingi banyak orang. Coba deh luangkan waktu buat me time yang berkualitas, kenali diri lebih dalam lewat journaling (nulis diary), meditasi ringan, atau melakukan hal-hal yang bikin Anda senang sendirian. Kesehatan mental berawal dari sini.
5. Mungkin Butuh 'Udara Segar'? Coba Aktivitas Baru atau Gabung Komunitas
Lingkaran pertemanan yang sekarang mungkin udah nyaman, tapi bisa jadi kita memang butuh 'udara segar' atau perspektif baru. Nggak ada salahnya lho buat memperluas jaringan sosial dengan mencoba aktivitas baru yang Anda minati atau gabung ke komunitas hobi. Misalnya, ikut klub buku, kelas yoga, komunitas fotografi, kegiatan sosial, atau mungkin grup pengajian/keagamaan di sekitar Jember? Siapa tahu di tempat baru ini Anda bisa ketemu orang-orang baru yang punya minat sama atau 'klik' banget buat diajak ngobrolin hal-hal yang lebih dalam.
Merasa kesepian padahal banyak teman itu memang perasaan yang nggak enak dan bisa bikin bingung. Tapi, ini bisa jadi 'sinyal' buat kita untuk mengevaluasi kembali kualitas hubungan kita (baik dengan orang lain maupun diri sendiri) dan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Dengan mencoba membangun koneksi yang lebih dalam, berani jadi diri sendiri, mengelola ekspektasi, lebih dekat dengan diri sendiri, atau membuka diri pada koneksi baru, rasa kesepian itu bisa kok pelan-pelan diatasi. Ingat, kualitas hubungan itu lebih penting daripada kuantitasnya.
Kalau perasaan ini terus berlanjut dan sangat mengganggu, jangan ragu juga ya buat cari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor. Anda berharga dan layak mendapatkan koneksi yang tulus dan membahagiakan. Semangat ya!