3 Tingkatan Dalam Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sebagai bagian dari rukun Islam, menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang wajib bagi seluruh umat Islam. Namun dalam pelaksanaannya, ada 3 tingkatan orang yang menjalankan ibadah puasa berdasarkan pada ketaqwaannya
Tingkatan pertama adalah orang yang menjalankan ibadah puasa hanya sekedar untuk menahan lapar dan dahaga semata.
Pada tingkatan ini, orang menjalankan puasa karena merasa ini kewajibannya sebagai umat Islam namun kurang memahami makna dari puasa itu sendiri.
“Orang pada tingkatan seperti ini tidak mendapatkan keberkahan puasa karena hanya menahan lapar dan dahaga semata,” ujar Ustad Andi Kurniawan, Alumni STDI Imam Syafi’I Jember.
Secara nyata, orang tersebut memang menjalankan puasa sebagaimana orang lain berpuasa. Mereka bersantap sahur dan berbuka puasa.
Jamaah Musholla An-Nur Dusun Karanganyar
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Tingkatan yang berikutnya adalah orang yang menjalankan ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga semata.
Pada tingkatan ini, mereka juga menjaga seluruh indra dari hal yang bisa membatalkan puasa atau pun bisa mengurangi pahala puasa.
“Pada tingkatan ini, seluruh indra mereka digunakan untuk hal-hal yang dirodhoi Allah SWT. Jadi bukan sekedar hanya menahan lapar dan dahaga semata,” tutur Ustad Andi Kurniawan pada Kajian yang digelar di Musholla An-Nur di Dusun Karanganyar, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Mereka pada golongan ini tidak menggunakan indra pada seluruh pada hal-hal yang dimurkai Allah SWT terutama saat menjalankan ibadah puasa.
Jamaah Musholla An-Nur Dusun Karanganyar
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Sedangkan pada golongan berikutnya adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa secara jasmani dan rohani.
Secara jasmani, golongan ini menahan lapar dan dahaga serta selalu menjaga indra seluruh sedangkan pada rohaninya, mereka juga ikut menahan seluruh hawa nafsu terutama terkait duniawi.
“Pada tingkatan ini, mereka selalu takut untuk berbuat salah sekecil apapun karena merasa selalu diawasi oleh Allah SWT hingga mereka hanya fokus beribadah semata terutama selama menjalankan ibadah puasa,” kata Ustad Andi Kurniawan dalam kajiannya.
Pada tingkat ini, mereka akan merasa sangat bahagia yang tiada terkira saat memasuki bulan suci Ramadhan karena memiliki banyak sekali keistimewaannya.