Lelah Mental? Ini 5 Cara Ringan Mengatasinya

Ilustrasi berjalan kaki, langkah kecil untuk pulih tiap hari
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Di tengah tuntutan hidup modern yang bergerak cepat, menjaga kesehatan mental bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan yang justru kerap terabaikan. Kalender kita penuh, notifikasi yang berdatangan tanpa henti, dan setiap hari berlomba dengan target, seringkali membuat kita lupa berhenti untuk bernapas.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Di tengah hiruk-pikuk seperti itu, bukan hanya tubuh yang lelah, jiwa pun bisa payah. Padahal, merawat kesehatan mental tidak harus mahal.

 

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

World Health Organization (WHO) menyebut kesehatan mental sebagai kondisi sejahtera seseorang untuk menyadari potensi dirinya, mengelola stres, dan produktif dalam kehidupan sosial. Namun, tidak semua orang punya akses ke psikolog atau waktu untuk healing.

Maka, kuncinya ada pada rutinitas kecil yang bisa dirawat setiap hari. Dalam praktiknya, ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan mental, bahkan di tengah kesibukan.

img_title Pikun di Usia Remaja: Mitos atau Fakta?

 

1. Membuat Jadwal Harian Sederhana

Menurut self-regulation theory, otak manusia bekerja lebih baik saat punya struktur dan arah. Menyusun to-do list atau rutinitas harian bisa menurunkan kecemasan karena memberi rasa kendali. Tak perlu rumit, cukup mulai dari jam tidur, waktu makan, dan durasi istirahat. Rutinitas sederhana dapat menjadi jangkar di tengah hari yang penuh ketidakpastian.

 

2. Berjalan Kaki di Pagi Hari

Penelitian dari Harvard Medical School menyatakan bahwa berjalan kaki 30 menit sehari dapat menurunkan risiko depresi hingga 26%. Selain melancarkan aliran darah, gerakan ritmis saat berjalan membantu tubuh melepas endorfin, hormon bahagia. Aktivitas ini bisa jadi meditasi aktif yang menyegarkan pikiran.

 

 

3. Batasi Paparan Berita Negatif dan Media Sosial

Psikolog Guy Winch menyebutkan pentingnya menjaga emotional hygiene, salah satunya dengan menyaring informasi yang dikonsumsi. Terlalu sering terpaku pada berita buruk atau perbandingan hidup di media sosial bisa memperburuk suasana hati. Memilih jeda dari layar dan fokus pada kehidupan nyata justru bisa menjadi bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri.

 

4. Menulis Jurnal Harian

Aktivitas ini dikenal sebagai expressive writing. Riset oleh Dr. James Pennebaker menunjukkan bahwa menulis pikiran dan emosi selama 15 menit setiap hari membantu menurunkan tingkat stres, bahkan meningkatkan sistem imun. Mulailah menulis apapun, hal-hal yang sedang kita pikirkan.

Halaman Selanjutnya
img_title