Digoreng atau Dibakar, Mana yang Lebih Sehat?

Makanan dibakar atau digoreng,, mana yang lebih baik?
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/bali-stick-street-food-indonesia_4694028.htm

Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Memasak dengan cara digoreng atau dibakar memang memberikan cita rasa yang khas dan menggugah selera. Keduanya memiliki penggemar tersendiri dan kerap menjadi teknik andalan dalam berbagai masakan Nusantara. Namun, jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, manakah yang lebih aman dan bermanfaat bagi tubuh?

img_title Seni Pengemasan Madu Mentah dan Sarang Lebah untuk Parsel Kesehatan Eksklusif

Kalori dan Lemak: Goreng Lebih Tinggi

Menggoreng makanan, terutama dengan teknik deep-fry, membuat bahan makanan menyerap minyak dalam jumlah besar. Ini menyebabkan kandungan kalori dan lemak jenuh meningkat secara drastis. Contohnya, ayam goreng bisa mengandung hampir dua kali lipat kalori dibandingkan ayam yang dibakar. Tak hanya itu, pemakaian minyak yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan lemak trans jenis lemak berbahaya yang berisiko memicu penyakit jantung.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Sebaliknya, metode membakar memungkinkan lemak alami dari bahan makanan (terutama daging) menetes ke bawah dan tidak terserap kembali. Akibatnya, makanan yang dibakar umumnya lebih rendah kalori dan lemak.

Senyawa Berbahaya dari Suhu Tinggi

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Namun, memasak pada suhu tinggi, baik dengan cara digoreng maupun dibakar, dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi kesehatan. Menggoreng kentang atau makanan berbasis tepung dengan suhu tinggi dapat membentuk senyawa akrilamida, yang menurut penelitian bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Sementara itu, membakar daging, terutama hingga gosong, bisa menghasilkan Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs). Kedua senyawa ini juga berpotensi menimbulkan risiko kanker, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Risiko Penyakit Kronis

Penelitian dari jurnal BMJ menyebutkan bahwa setiap tambahan satu porsi makanan yang digoreng per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 3%. Konsumsi gorengan secara rutin juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Di sisi lain, meskipun makanan bakar lebih sehat, jika proses pembakaran tidak dilakukan dengan tepat (misalnya terlalu lama atau sampai gosong), tetap saja berpotensi menimbulkan zat berbahaya.

Tips Sehat Menikmati Makanan Goreng dan Bakar

Meski ada risiko, bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari makanan yang digoreng atau dibakar. Kuncinya adalah memperhatikan cara pengolahan dan frekuensi konsumsinya:

Halaman Selanjutnya
img_title