Pusing saat Membaca Buku Sejarah, Coba Pakai Tips Ini!
- https://unsplash.com/photos/books-filed-on-bookshelf-hHL08lF7Ikc
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Banyak dari kita, terutama sejak sekolah, merasa pusing dan bosan ketika belajar sejarah. Alasannya sangat beragam. Mulai dari jenuh karena pelajarannya terkesan banyak hafalan hingga pusing kalau membaca buku sejarah. Apalagi kalau buku sejarahnya tebal. Lihat wujudnya saja sudah bikin enggan membaca.
Tapi, jangan khawatir. Membaca buku, terutama buku-buku sejarah, itu ada triknya, loh. Sejarawan dari Concordia University, Ted McCormick memiliki tipsnya. Penasaran? Yuk, simak tipsnya.
Bacalah secara Aktif
Pernah melihat buku yang penuh coretan dan komentar di margin buku? Nah, itu yang dinamakan dengan membaca aktif.
Aktivitas membaca itu bukan sekadar melihat rentetan kalimat atau paragraf semata. Tapi juga proses memahami bacaan. Nah, proses memahami ini bisa teman-teman lakukan dengan cara membaca aktif tadi.
Tujuan dari membaca secara aktif itu, selain agar tidak mengantuk saat membaca, juga bisa melatih teman-teman buat membedakan argumen yang ditekankan si penulis dan juga tanggapan yang diberikan teman-teman terhadap argumen si penulis.
Pahami juga apa gagasan utama atau ide-ide pokok yang terkandung dalam setiap paragrafnya. Melalui cara ini, aktivitas membaca bisa lebih produktif dan seru lagi..
Jangan Mengabaikan Detail Kecil dalam Buku
Sebelum memutuskan membeli buku sejarah, teman-teman pasti lihat dulu judulnya apa dan sinopsisnya seperti apa, kan? Nah, ketika sudah dibeli, teman-teman pernah kepikiran tidak buat baca terlebih dahulu ucapan terima kasih (prakata) penulisnya atau daftar isi? Mungkin banyak dari kita yang mengabaikannya, apalagi bagian prakata karena dianggap kurang penting.
Tapi jangan salah, bagian ini penting, loh. Setiap detail dalam buku pasti memberi tahu informasi mengenai isi di dalamnya.
Membaca daftar isi terlebih dahulu bisa memberikan gambaran ringkas apa saja yang akan dibahas di dalam bukunya.
Bagian prakata pun seringkali terselip banyak informasi, seperti latar belakang penulisnya, darimana saja sumber-sumber yang didapatkan, sejarawan mana yang mereka sepakati dan tidak, hingga teori apa yang dirasa relevan digunakan.
Bagian-bagian di atas, meskipun nampak sepele, tapi tidak bisa diabaikan. Setiap hal di dalam buku pasti memberi informasi kepada pembacanya.