Intermittent Fasting Aman untuk Diabetes? Ini Kata Dokter

Intermittent Fasting Aman untuk Diabetes? Ini Kata Dokter
Sumber :
  • Towfiqu Barbhuiya

Gaya Hidup , VIVA Banyuwangi – Belakangan ini, intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi gaya hidup yang digemari untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes ? Apakah metode ini aman? Banyak yang masih ragu, padahal beberapa studi ilmiah telah meneliti manfaat dan risikonya bagi penderita diabetes tipe 2.

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Apa Itu Intermittent Fasting?

Puasa intermiten adalah pola makan dengan jendela waktu tertentu, seperti puasa 16 jam dan makan 8 jam (metode 16:8). Dalam masa puasa, tubuh menggunakan cadangan energi dari lemak, sehingga membantu menurunkan berat badan dan kadar gula darah .

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

Manfaat untuk Penderita Diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten berpotensi menstabilkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan penelitian oleh Sutton (2018) dengan judul Early Time-Restricted Feeding Improves Insulin Sensitivity, pola makan waktu terbatas dapat memperbaiki kadar insulin dan menurunkan gula darah puasa dalam waktu hanya lima minggu.

img_title Honda Gold Wing, Raja Touring dengan Airbag Bawaan

Studi lain oleh Arnason (2017) berjudul Intermittent fasting and insulin resistance juga menyatakan bahwa puasa intermiten membantu menurunkan resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2, terutama jika dilakukan dengan pengawasan medis.

Potensi Risiko

Meski bermanfaat, puasa intermiten tetap memiliki risiko, terutama jika dilakukan tanpa bimbingan dokter. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah bisa mengalami hipoglikemia saat berpuasa. Oleh karena itu, sangat penting berkonsultasi sebelum mencoba metode ini.

Menurut dokter spesialis gizi klinik, puasa intermiten bisa diterapkan dengan penyesuaian pola makan, memastikan asupan serat, protein, dan nutrisi tetap tercukupi selama jendela makan.

Siapa yang Tidak?

Puasa intermiten tidak dianjurkan bagi penderita diabetes tipe 1, ibu hamil, orang dengan gangguan makan, dan mereka yang memiliki riwayat hipoglikemia berat.

Kesimpulan:

Puasa intermiten berpotensi menjadi metode efektif untuk membantu mengelola gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun, metode ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Konsultasi dengan dokter dan pemantauan kadar gula secara rutin sangat dianjurkan. Jika dilakukan dengan benar, puasa intermiten dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan mendukung pengendalian diabetes secara alami.