Hewan Ini Dalam Dunia Nyata Adalah Makhluk Abadi
- https://www.freepik.com/free-photo/jellyfish-deep-water_1329047.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Sejak zaman dahulu, konsep keabadian selalu menjadi impian tertinggi bagi manusia. Sebuah kehidupan yang tidak dibatasi oleh usia, penuaan, atau kematian alami. Namun, bagi sebagian besar spesies, ini hanyalah fiksi. Ilmu pengetahuan modern kini mengonfirmasi bahwa setidaknya ada satu makhluk di Bumi yang secara unik memiliki predikat sebagai abadi secara biologis yaitu ubur-ubur kecil transparan bernama Turritopsis dohrnii.
Makhluk laut kecil ini, yang banyak ditemukan di perairan di seluruh dunia, membongkar pemahaman tradisional kita tentang siklus hidup dan penuaan.
Siklus Hidup yang Unik
Siklus hidup normal ubur-ubur pada umumnya memiliki titik akhir yang jelas. Siklus ini dimulai dari telur yang dibuahi, berkembang menjadi larva (planula), kemudian menempel di permukaan dan tumbuh menjadi tahap polip. Polip lalu melepaskan diri menjadi ubur-ubur kecil (ephyra), hingga akhirnya menjadi ubur-ubur dewasa (medusa) yang mampu bereproduksi. Bagi mayoritas ubur-ubur, tahap medusa adalah fase terakhir.
Namun, Turritopsis dohrnii memiliki kemampuan luar biasa yang membuatnya unik. Ketika ubur-ubur dewasa ini menghadapi tekanan lingkungan yang ekstrem, seperti kelaparan, cedera fisik, atau perubahan suhu air yang drastis, ia tidak menyerah pada kematian. Sebaliknya, ia memicu proses yang disebut transdiferensiasi.
Proses transdiferensiasi adalah kemampuan ubur-ubur ini untuk memutar balik waktu. Ia menarik tentakelnya, menyusutkan dirinya, dan kembali menjadi gumpalan jaringan kecil. Kemudian, gumpalan jaringan tersebut menempel kembali ke dasar laut dan berevolusi kembali menjadi polip yang belum matang secara seksual yaitu fase awal dari siklus hidupnya.
Ini seperti seekor kupu-kupu yang memutuskan untuk kembali menjadi kepompong, dan kemudian menjadi ulat kembali. Secara efektif, ia menghindari kematian dengan memulai kembali kehidupan dari awal.
Keabadian Biologis, Bukan Keabadian Mutlak
Penting untuk dicatat bahwa Turritopsis dohrnii disebut abadi secara biologis, bukan abadi secara mutlak. Artinya, ia tidak akan mati karena proses penuaan seluler alami. Ia dapat mengulang siklus hidupnya ini berkali-kali tanpa batas waktu.
Namun, ia tetap rentan terhadap bahaya lingkungan yang normal, seperti dimakan oleh predator, terserang penyakit, atau hancur karena perubahan lingkungan yang terlalu mendadak dan parah. Jadi, meskipun mereka tidak akan mati tua, mereka tetap bisa terbunuh.