Langgar Jam Operasional, Warga Peringatkan Dump Truk Tambang
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Dianggap melanggar jam operasional dump truk pengangkut material tambang, warga pasang peringatan. Penghentian aktifitas dump truk akan dilakukan jika jam operasional terus dilanggar.
Kisruh aktifitas dump truk pengangkut material tambang dari galian tambang di Dusun Pal 7 Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur dengan warga masih terus berlanjut.
Ruang pelayanan Desa Alasrejo
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Jika sebelumnya warga mengeluhkan ketidak jelasan waktu perbaikan jalan rusak akibat aktifitas dump truk pengangkut material tambang, kini warga keluhkan jam operasional dump truk yang melanggar adab dan ketertiban warga.
"Biasanya sebelum adzan subuh sudah masuk ke tambang lewat jalan depan ini. Dan sering kali masih ada yang baru keluar setelah adzan magrib. Itu setiap hari," cerita Arto warga Dusun Alasmalang.
Arto, Warga Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Wongsorejo Banyuwangi
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Berdasarkan pengakuan Arto, dalam sejumlah pertemuan sudah sering kali disampaikan tentang aktifitas dump truk pada pengelola namun hingga saat ini pelanggaran demi pelanggaran kesepakatan terus saja terjadi.
"Kan kesepakatannya tidak demikian. Tapi kenapa mereka melanggar? Kita diam karena tidak ingin ada masalah tapi ternyata malah diseperti inikan," ujar Arto saat dihubungi Banyuwangi.viva.co.id.
Hal senada juga disampaikan Suryadi yang lokasi rumahnya tepat berada di tepi jalan Kabupaten yang menjadi akses utama lalu lintas dump truk pengangkut material tambang tersebut.
Warga korban lalu lalang dumptruk pengangkut material tambang
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Bayangkan saja mas, belum juga subuh sudah ada yang masuk. Debunya kemana-mana. Liat aja sendiri, kan jalannya rusak jadi saat ada dump truk lewat, debunya pasti langsung berterbangan kemana-mana," kata Suryadi.
Aktifitas setelah adzan magrib juga dianggap cukup membahayakan warga sekitar terutama kalangan anak-anak yang ikut menggunakan akses jalan.
Suryadi, Warga Dusun Alasmalang Desa Alasrejo Wongsorejo Banyuwangi
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Kalau sore banyak anak ngaji. Bahaya banget. Apalagi anak-anak kadang kala becanda di jalanan. Namanya juga anak-anak," tandas Suryadi.
Akibat pelanggaran demi pelanggaran dilakukan pengelola tambang melalui aktifitas dump truk, warga akhirnya memasang banner peringatan tentang jam operasional dump truk pengangkut material tambang.
"Jika nanti masih tidak mendapat perhatian. Kami akan tutup. Kami akan hadang. Gimana lagi caranya jika kami diam tapi tidak diperhatikan," ancam Suryadi.
Sementara itu, juru bicara pengelola tambang, Nur Ali Mansur membantah adanya pelanggaran kesepakatan yang dilakukan oleh pengelola tambang.
Nur Ali Mansur, juru bicara tambang Wongsorejo
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Tidak benar itu. Kita masih menjalankan kesepakatan dan seluruh kewajiban pada warga dan desa sudah kita penuhi," ungkap Nur Ali Mansur saat dihubungi Banyuwangi.viva.co.id
Sedangkan Camat Wongsorejo, Ahmad Nuril Fallah membenarkan pemasangan banner peringatan warga atas pelanggaran jam operasional dump truk pengangkut material tambang.
Camat Wongsorejo, Ahmad Nuril Fallah
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Benar. Banner peringatan itu ada. Warga sendiri yang pasang," kata Camat Wongsorejo saat dihubungi Banyuwangi.viva.co.id di ruang kerjanya.
Aktifitas pertambangan di Dusun Pal 7 Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur terus menimbulkan pro dan kontra.
Warga di Dusun Alasmalang Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur yang terkena dampak langsung tidak mendapatkan perhatian sepenuhnya.
Penyerahan dana kompensasi dari tambang untuk warga
- Istimewa
Dana kompensasi untuk sembako dan perbaikan jalan dari pengelola tambang senilai 120 juta, juga masih simpang siur keberadaan serta peruntukannya.
Kini, permasalahan terkait pelanggaran jam operasional dump truk pengangkut material tambang juga mulai dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan serta merugikan.