Remaja Pasuruan Babak Belur Dihakimi Massa Usai Tertangkap Mencuri Kotak Amal Masjid
- Reconstantine Jeneva Carravello/ VIVA Banyuwangi
Pasuruan, VIVA Banyuwangi –Insiden main hakim sendiri kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seorang remaja berinisial AB menjadi sasaran amuk massa di dua desa setelah tertangkap mencuri uang kotak amal masjid dan sepeda motor. Peristiwa ini memunculkan kembali diskusi tentang pentingnya supremasi hukum di tengah masyarakat.
Kronologi Kejadian
AB, seorang remaja asal Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, diduga mencuri uang kotak amal di sebuah masjid di Desa Raci, Kecamatan Bangil. Aksinya terekam kamera CCTV masjid, yang kemudian memicu kemarahan warga setempat. Takmir masjid sempat mencoba mencari pelaku, namun ia berhasil melarikan diri.
Nahasnya, saat mencoba mencuri kembali di tempat yang sama, AB dipergoki oleh seorang warga. Ia sempat melarikan diri, namun akhirnya tertangkap oleh warga yang marah.
Amukan Massa di Dua Desa
Pelaku awalnya dihajar massa di Desa Raci. Dalam video amatir yang beredar, terlihat sejumlah warga mengeroyok pelaku secara bergantian. Lebih parah lagi, celana panjang dan celana dalam AB dilepas oleh massa.
Setelah itu, AB dibawa ke Desa Pandean, Kecamatan Rembang, tempat di mana ia pernah diduga mencuri sepeda motor. Di desa tersebut, pelaku kembali menjadi bulan-bulanan massa dan dikarak keliling kampung sebagai bentuk hukuman sosial.