Waspada! Ini 10 Ciri- ciri Lowongan Kerja Palsu
- https://www.pexels.com/photo/close-up-shot-of-a-person-holding-documents-7247413/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Mencari pekerjaan di era digital sepertinya terasa lebih mudah. Banyak platform yang dapat menjadi sarana untuk memperoleh informasi lowongan kerja. Tidak harus mendatangi kantor, tinggal klik sana-sini, lowongan kerja bisa langsung bisa ditemukan dengan sangat mudah. Kendati demikian, adanya kemudahan mencari pekerjaan ternyata juga menimbulkan celah penipuan.
Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu
Banyak korban yang sudah tertipu oleh lowongan kerja palsu. Supaya tidak jadi korban berikutnya, yuk kenali ciri-ciri penipuan kerja yang sering menjebak berikut ini:
1. Bahasa Informasi yang Buruk
Ciri pertama dari lowongan kerja palsu yang paling terlihat ialah penggunaan bahasa informasi yang buruk. Pemilihan kata-kata yang tidak baku sesuai kaidah kebahasaan, adanya kesalahan penulisan (typo), gaya bahasa tidak profesional, atau susunan kalimat tidak runtut.
Jika kamu menemukan penulisan informasi lowongan kerja yang buruk seperti di atas, bisa dipastikan ini palsu.
2. Penawaran Gaji yang Fantastis
Salah satu ciri lowongan kerja yang perlu diwaspadai ialah terlihat mudah, namun memberikan pekerjaan bergaji tinggi. Contohnya, fresh graduate ditawari gaji puluhan juta tanpa wawancara atau pengalaman.
Lowongan kerja asli biasanya mencantumkan kisaran gaji yang masuk akal dan disesuaikan dengan posisi, pengalaman, dan lokasi kerja. Kalau gajinya kelewat tinggi tapi prosesnya nggak meyakinkan, kamu patut curiga.
3. Informasi Perusahaan Tidak Valid
Rekrutmen profesional pasti mencantumkan nama perusahaan, alamat, situs resmi, dan kontak yang dapat diverifikasi dengan mudah. Sedangkan penipu akan memberikan nama perusahaan fiktif atau menggunakan nama perusahaan besar, email tidak resmi (misal: rekrutmen123@gmail.com), dan tidak memiliki website aktif atau portofolio jelas.
Sebelum melamar, jika memang ragu kamu bisa cek ulang lewat Google, LinkedIn, atau situs resmi perusahaan. Kalau tidak ketemu, besar kemungkinan itu lowongan kerja palsu.
4. Meminta Sejumlah Uang
Tujuan melamar pekerjaan tentunya untuk memperoleh penghasilan, namun bagaimana bila rekrutmen meminta sejumlah uang pada pelamar? Informasi lowongan kerja seperti ini perlu diwaspadai.
Biasanya meminta sejumlah uang di awal ini dengan alasan sebagai uang jaminan (deposit), biaya pelatihan, biaya seragam, biaya akomodasi atau administrasi. Padahal, perusahaan yang resmi tidak akan meminta bayaran dari calon pelamar.