Semeru Kembali Mengamuk, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter

Semeru Kembali Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
Sumber :
  • Dok. Antara/ VIVA Banyuwangi

Lumajang, VIVA Banyuwangi –Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Senin pagi 12 Agustus 2024, gunung api ini mengalami erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak.

img_title Harga Kebutuhan Pokok Lebih Murah, Warga Banyuwangi Antusias Sambut Pasar Murah Pemprov Jatim

"Erupsi terjadi pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ungkap Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru.

Aktivitas Vulkanik Meningkat

img_title Rakyat Makin Sulit, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi Tuntut Revolusi Kebijakan Negara

Berdasarkan data pengamatan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini terlihat dari semakin seringnya terjadi gempa letusan dan guguran.

img_title Aliansi Banyuwangi Menggugat Kepung DPRD dan Pemkab, Bawa 7 Poin Tuntutan untuk Pemerintah

"Selama 24 jam terakhir, tercatat 79 kali gempa letusan dan 5 kali gempa guguran," kata Sigit.

Ancaman Potensi Bahaya

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada. PVMBG telah menetapkan status Gunung Semeru pada level II atau waspada.

"Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak," tegas Sigit.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, serta dalam radius 3 km dari kawah/puncak Gunung Semeru.

Potensi Bahaya Lain

Selain ancaman awan panas, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi bahaya lainnya seperti guguran lava dan lahar dingin.

Aliran lahar dingin dapat terjadi terutama saat hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru.