Sidang Panas PBB, Debat Israel dan Palestina Makin Runyam!

Sidang Panas PBB, Debat Israel dan Palestina Makin Runyam!
Sumber :
  • youtube.com

New York, VIVA Banyuwangi – Sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai nasib Gaza berlangsung panas. Duta Besar Israel dan Palestina saling beradu argumen. Mereka menyampaikan narasi yang sangat berbeda, membuat situasi semakin tegang.

img_title Thailand: Tiga Jenazah Ditemukan di Kapal Kargo Mayuree Naree yang Diserang di Selat Hormuz

Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Selasa, 12 Agustus 2025, Duta Besar Israel, Jonathan Miller, menolak tuduhan sebagai agresor. Ia menegaskan, tujuan utama Israel adalah membebaskan Gaza dari rezim brutal. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras.

Jonathan Miller berulang kali menyebutkan bahwa Israel berhak mempertahankan diri.

img_title 3 Orang Gugur dalam Misi UNIFIL, Serangan Israel ke Lebanon Langgar Resolusi DK PBB 1701

"Tujuan kami adalah membebaskan Gaza," ujar Jonathan Miller.

Ia juga menegaskan, Israel tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai.

img_title Delapan Negara Termasuk Indonesia Kecam Keras Keputusan Israel Caplok Tepi Barat

Narasi yang dibawa oleh Duta Besar Israel ini sangat kontras dengan perwakilan Palestina. Pihak Palestina terus mendesak Dewan Keamanan PBB. Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas.

Pihak Palestina menilai tindakan Israel di Gaza adalah kejahatan perang. Mereka menganggap Israel tidak memiliki hak untuk menduduki Gaza.

"Kami adalah korban agresi," ujar perwakilan Palestina.

Ketegangan di sidang PBB ini mencerminkan situasi di lapangan. Di mana perang masih terus berkecamuk. Dan korban sipil terus berjatuhan.

Sikap kedua belah pihak yang tidak mau mengalah membuat proses perdamaian semakin sulit.

"Koeksistensi damai adalah satu-satunya solusi," ujar Fu Cong, perwakilan Tiongkok untuk PBB.

Ia menambahkan, perdamaian tidak akan pernah terwujud jika tidak ada kompromi.

Pernyataan-pernyataan ini membuat komunitas internasional terpecah. Sebagian mendukung Israel. Sebagian lagi mendukung Palestina.

PBB kini berada di persimpangan jalan. Mereka harus mencari solusi yang adil. Serta harus bisa menegakkan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.