BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem! Warga Diminta Siaga Hadapi Musim Pancaroba
- https://www.youtube.com/watch?v=dAzFsQrzs8M
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama musim pancaroba.
Hujan deras, angin kencang, dan banjir menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Sejumlah daerah sudah terdampak parah. Di Kabupaten Penukal Abmatang Ilir, Sumatera Selatan, ratusan rumah terendam banjir hingga setinggi satu meter.
Sementara itu, banjir bandang juga menerjang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan 18 desa terisolasi. Pemerintah setempat mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan dan memulihkan aktivitas warga.
Bali pun tak luput dari bencana. Kota Denpasar mengalami banjir di lebih dari 40 titik akibat meluapnya Sungai Badung. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya 18 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
“Kondisi ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa risiko bencana semakin meningkat,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dipicu oleh beberapa faktor, baik global dan lokal.
“Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, suhu muka laut yang lebih hangat, serta bibit siklon tropis di Samudra Hindia dan Pasifik memperparah intensitas hujan di Indonesia,” kata Guswanto, seperti yang dilansir kanal @tvOneNews. Senin, 15 September 2025.
BMKG memprakirakan dalam beberapa hari ke depan, wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Maluku, dan Papua berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang.
“Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember hingga Januari, sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegas Guswanto.
Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan saluran air, memperkuat sistem drainase, hingga mempersiapkan evakuasi bila diperlukan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi penyakit pascabanjir seperti demam berdarah dengue (DBD).