Harga Beras, Bawang Merah, dan Telur Ayam Terus Melonjak

Harga Beras, Bawang Merah, dan Telur Ayam Terus Melonjak
Sumber :

Jombang, VIVA Banyuwangi – Harga sejumlah komoditas pokok seperti beras, bawang merah, dan telur ayam terus mengalami kenaikan signifikan di berbagai pasar tradisional di Indonesia.

img_title Belanja Bersama di Pasar Bantaran, Anggota DPR RI Dini Dorong Perputaran Ekonomi

Minimnya pasokan dan tingginya permintaan disinyalir menjadi faktor utama di balik lonjakan harga ini, yang mulai membebani masyarakat.

Di Pasar Tradisional Jombang, Jawa Timur, beras jenis premium kini langka dan hampir tidak tersedia, diduga karena pasokan dari pabrik ke toko turun drastis.

img_title Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok, Jadi yang Terendah Sepanjang 2026

Akibatnya, harga beras medium melonjak dari Rp12.400 per kilogram menjadi Rp14.000 per kilogram.

Konsumen pun terpaksa beralih membeli beras mutu medium. Seorang konsumen di Jombang mengungkapkan kekecewaannya,

img_title KHATTIBARI UNWAHA, Lestarikan Seni Religi dan Cetak Ratusan Prestasi hingga Kancah Internasional

"Padahal ini kan panen raya Mas ya, tapi kok harga beras semakin naik ini gimana ini solusi pemerintah ini menanggapi sikap ini,” ujar konsumen di Jombang, Tutik. Senin, 22 September 2025.

“Di sini kan Jombang juga sawahnya banyak pulau juga ada, kenapa kok harganya enggak bisa turun seperti itu" kata Tutik. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Situasi serupa terjadi pada komoditas bawang merah. Di pasar induk Bawang Merah Sengon, Brebes, Jawa Tengah, harga bawang merah merangkak naik.

Bawang merah kualitas super yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram kini mencapai Rp30.000 per kilogram untuk pembelian partai besar.

Sementara itu, kualitas sedang naik dari Rp22.000 menjadi Rp26.000 per kilogram.

Akibat pasokan yang menipis, pedagang kini hanya bisa mengirim 2 ton bawang merah, jauh menurun dibanding beberapa pekan lalu yang mencapai 4 hingga 5 ton.

Tidak hanya beras dan bawang, harga telur ayam di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, juga mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.

Harga yang sebelumnya Rp26.000 per kilogram kini menyentuh angka Rp30.000.

Kenaikan ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, ditambah dengan kenaikan harga pakan dan tingginya permintaan dari dapur skala besar.

Lonjakan harga ini berdampak pada menurunnya omset pedagang karena banyak pembeli yang memilih telur pecah sebagai alternatif yang lebih murah.