APBN 2026 Alokasikan Rp335 Triliun untuk Program MBG
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/10/08/Sertifikat-Laik-Higiene-Sanitasi-SPPG-081025-MS-4.jpg.webp
Jaakarta, VIVA Banyuwangi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menghadapi sorotan publik setelah maraknya kasus keracunan siswa di berbagai daerah.
Berdasarkan catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah kasus keracunan akibat program tersebut telah mencapai 10.482 anak.
Kondisi ini membuat desakan penghentian MBG semakin menguat.
JPPI menilai pemerintah harus segera mengambil langkah tegas untuk mencegah korban lebih banyak.
JPPI menegaskan, risiko yang ditimbulkan dari pelaksanaan program MBG tak bisa lagi diabaikan.
"Hentikan kegiatan semua dapur MBG. Jangan biarkan anak-anak terancam hingga meja makan mereka berubah jadi darurat rumah sakit," kata Koordinator Nasional JPPI. Kamis, 9 Oktober 2025.
Meski mendapat penolakan keras, pemerintah memastikan program MBG tetap berlanjut pada tahun 2026.
Bahkan, MBG termasuk dalam daftar program prioritas yang sudah tercantum dalam desain postur APBN 2026.
Dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), alokasi anggaran untuk MBG pada tahun depan mencapai Rp335 triliun.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan delapan agenda prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.
"Total belanja negara mencapai Rp3.842,7 triliun, dengan transfer ke daerah sebesar Rp639 triliun demi kesejahteraan rakyat," ujar Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu. Dilansir dari tvonenews.com
Febrio menjelaskan, program prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, MBG, pendidikan, kesehatan, pembangunan desa dan UMKM, pertahanan, serta percepatan investasi.
Menurut Febrio, desain APBN 2026 disusun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan mengoptimalkan program-program yang langsung dinikmati masyarakat.