Bansos Tepat Sasaran, Kemensos Hapus 2 Juta Data Penerima Lama

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Sumber :
  • https://www.viva.co.id/foto/1857514-mensos-gus-ipul-sebut-2-juta-keluarga-tak-layak-terima-bansos

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menemukan dua juta keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi layak menerima bantuan sosial (bansos), baik reguler maupun bantuan tunai tambahan.

img_title Mensos: Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak Putus Sekolah dan Keluarga Miskin

Temuan ini muncul setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan lapangan secara masif pada triwulan IV tahun 2025.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, pemeriksaan data dilakukan bersama pemerintah daerah dalam lima hari terakhir untuk memastikan penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.

img_title Jelang Lebaran, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk KPM

Hasil sementara menunjukkan masih banyak penerima yang tidak memenuhi kriteria terkini.

“Pendamping bersama tim dari pemerintah daerah turun langsung melakukan pengecekan. Hasilnya, lebih dari dua juta penerima manfaat dinyatakan tidak layak,” ujar Gus Ipul. Selasa, 28 Oktober 2025.

img_title Kemensos Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Di Pasuruan

Verifikasi dilakukan secara simultan oleh petugas sosial di kabupaten dan kota menggunakan metode drone check, yakni pengecekan langsung ke lapangan untuk mencocokkan data penerima dengan kondisi nyata.

Menurut Gus Ipul, penyesuaian ini diperlukan mengingat terdapat lebih dari 15 juta calon penerima baru yang tengah diverifikasi untuk program bansos reguler dan BLTS senilai Rp900 ribu.

“Ya sekali lagi saya mohon kesabarannya karena yang baru ini masih perlu crosscheck ke sejumlah pihak. Ya mudah-mudahan paling lambat November sudah tersalurkan semua,” kata Gus Ipul. Dilansir dari tvonenews.com

Menteri Sosial juga mengapresiasi pemerintah daerah yang cepat memperbarui data.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah bekerja dengan baik. Dalam waktu singkat, kami mendapat data balikan yang sangat penting untuk diteruskan ke BPS.” ujar Gus Ipul