Kawasan Bromo Mulai Bebas Api, Wisata Seruni Point dan Bromo Sky Bridge Masih Ditutup
Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:50 WIB
Sumber :
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Setelah berhari-hari dilanda kebakaran, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini mulai terbebas dari kobaran api. Namun, wisatawan masih harus bersabar untuk kembali berkunjung ke Puncak Seruni Point dan Bromo Sky Bridge.
Baca Juga
Kedua destinasi tersebut masih ditutup meski api telah dinyatakan padam. Petugas terlebih dahulu akan memastikan kondisi kawasan benar-benar aman sebelum akses wisata dibuka kembali.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, berdasarkan kondisi terakhir yang diterimanya, tidak ada lagi titik api yang masih menyala di wilayah terdampak karhutla.
“Insyaallah padam semua. Mudah-mudahan,” ujar Oemar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis, 13 Agustus 2026 malam.
Meski begitu, Oemar belum bisa memastikan kapan kawasan wisata dapat kembali menerima pengunjung. Pemeriksaan lapangan masih diperlukan untuk melihat kondisi setelah kebakaran.
“Belum tahu, masih harus dilakukan inspeksi,” katanya.
Pemeriksaan itu nantinya tidak hanya melihat apakah api benar-benar sudah padam. Kondisi vegetasi dan fasilitas di sekitar kawasan juga perlu dipastikan aman sebelum wisatawan diperbolehkan masuk.
Sementara itu, penutupan Seruni Point sudah dilakukan sejak Rabu, 12 Agustus 2026 malam. Keputusan tersebut diambil setelah api bergerak mendekati kawasan wisata pada siang harinya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, akses menuju Seruni Point ditutup sampai kondisi dinyatakan aman.
“Demi menjaga keamanan dan keselamatan serta kenyamanan, atas petunjuk Bupati dan juga Sekda, dengan berat hati akses wisata menuju Puncak Seruni kita tutup sementara, sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Heri.
Tak lama setelah itu, operasional Bromo Sky Bridge yang berada di kawasan Seruni Point juga dihentikan. Penutupan mulai berlaku keesokam harinya, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Manager Bromo Sky Bridge Bambang Hariwahjudi mengatakan keputusan tersebut menjadi bentuk kehati-hatian sekaligus penghormatan kepada petugas dan relawan yang sebelumnya masih berjibaku menangani kebakaran.
“Dengan pertimbangan keprihatinan atas musibah kebakaran yang belum selesai, juga rasa empati kita kepada petugas dan para relawan, dengan berat hati untuk hari ini hingga situasi sudah memungkinkan, jembatan kaca kita tutup,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Bambang mengatakan penutupan tersebut hanya bersifat sementara. Pengelola masih menunggu perkembangan kondisi kawasan sebelum menentukan kapan jembatan kaca dapat kembali beroperasi.