Karhutla Bromo Tak Meluas, Satgas Masih Buru Bara Api di Dalam Tanah

Danrem 083/BDJ Wahyu menyampaikan kondisi terkini penanganan karhutla Bromo
Sumber :
  • Faradila Setya Utami

Probolinggo, VIVA BanyuwangiKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum menunjukkan penambahan luasan. Hingga Minggu, 16 Agustus 2026, area terdampak tercatat mencapai 1.120,3 hektare.

img_title Kebakaran Hutan di Wonokerso Probolinggo Bakar 11 Hektare, Api Padam Pukul 10.36 WIB

Meski kobaran api sudah tidak meluas, penanganan belum sepenuhnya selesai. Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan bara yang tersimpan di dalam tanah tidak kembali memicu kebakaran.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, kondisi secara umum saat ini jauh lebih aman. Tidak adanya penambahan luasan menjadi salah satu indikator bahwa api berhasil dikendalikan.

img_title Karhutla Kawasan Bromo di Sariwani Bakar 41 Hektare, Pipa Air 32 Warga Terputus

“Situasi lebih aman, lebih kondusif dalam penanganan karhutla ini. Luas lahan yang terdampak saat ini 1.120,3 hektare dan sampai sekarang tidak bertambah,” kata Wahyu saat memberikan keterangan di kawasan Bromo, Minggu, 16 Agustus 2026.

Namun, petugas masih menemukan indikasi asap di kawasan berketinggian. Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya satu titik asap di sekitar Pusung Duwur dan Bukit KingKong.

img_title Jejak Api Bromo Masuk Laboratorium, Kemenhut Libatkan 2 Ahli IPB Dalami Dugaan Pidana

Asap tersebut diduga berasal dari bara yang masih berada di bawah permukaan tanah. Karena itu, petugas tidak hanya mencari kobaran yang terlihat, tetapi juga menyisir kawasan untuk menemukan sisa bara sebelum kembali berkembang menjadi api.

“Kalau tidak ditangani secepatnya, nanti bisa menjadi titik api yang besar. Ini yang kita sisir, termasuk sisa-sisa bara yang berada di dalam tanah,” jelasnya.

Wahyu menyebut proses pendinginan tidak bisa dilakukan secara cepat di seluruh lokasi. Kondisi medan menjadi salah satu alasan karena terdapat kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Hingga saat ini tidak ditemukan titik api maupun asap di wilayah tersebut. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya bara baru.

Karhutla di kawasan TNBTS sendiri telah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Kebakaran melibatkan wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah.

Dalam kunjungan tim media Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata ke posko penanganan karhutla, Wahyu juga menjelaskan bahwa kondisi medan menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran.

Halaman Selanjutnya
img_title