Egrang, Permainan Tradisional yang Nyaris Punah Digerus Zaman

Permainan Tradisional Egrang yang Nyaris Punah Dimainkan Kalangan Anak
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Di tengah modernisasi serta digitalisasi, sejumlah permainan tradisional nyaris punah. Kalangan anak lebih banyak bermain dengan gadget daripada melakukan beragam permainan tradisional.

img_title Bule Ikut Berlenggak di BEC 2026, Terpukau Kisah Perang Bayu dan Janji Kembali ke Banyuwangi

Seperti egrang, permainan tradisional tersebut hampir tidak banyak yang memainkannya terutama dikalangan anak - anak di zaman sekarang ini.

Egrang sendiri merupakan permainan tradisianal yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan. Bambu dibentuk seperti tongkat yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. 

img_title Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu: Tiga Benteng, Satu Kisah Besar

Untuk menguasai permainan egrang, dibutuhkan penguasaan keseimbangan dengan baik karena tumpuan hanya pada sebilah bambu dengan ukuran tertentu.

"Dulu permainan egrang banyak dimainkan kalangan anak terutama di desa. Tapi sekarang hampir tidak ada. Anak saya saja susah untuk bisa memainkan egrang," tutur Nurhayati seorang Wali Murid saat ditemui di Festifal Memengan, Sabtu 22 Juli 2023.

img_title 5 Rekomendasi Wisata Libur Lebaran 2026/1447 H Di Pasuruan

Hal senada juga disampaikan Resti, warga Perumahan Kebalenan Banyuwangi yang merasa terbantu dengan adanya Festifal memengan yang diadakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Alhamdulillah saya senang. Dengan seperti ini berarti anak - anak bisa mengenal permainan tradisional. Jangan sampai punah karena dulu saya sering memainkannya walau perempuan," beber Pengusaha UMKM itu.

Sementara itu dalam sambutanya, PLH Dinas Pendidikan Banyuwangi Dwiyanto mengaku jika pelestarian permainan anak tersebut merupakan hasil intervensi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan tujuan pelestarian budaya.

"Para guru olah raga di seluruh Kabupaten Banyuwangi juga melakukan intervensi dalam setiap kegiatan olah raga di sekolah. Ini juga bagian dari upaya tersebut," tutur Dwiyanto dalam sambutannya.

Dalam festival memengan tersebut banyak dilombakan permainan tradisional seperti egrang, balap karung, gobak sodor serta permainan tradisional lainnya