Mottainai, Filosofi Keren Dari Jepang Dalam Memaknai Hidup

Kintsugi, seni perbaiki keramik retak dengan emas
Sumber :
  • pinterest-keilrah

Budaya, VIVA BanyuwangiKata Mottainai dalam bahasa Jepang memiliki arti betapa sayangnya sesuatu jika disia siakan. Mottainai sendiri menggambarkan rasa bersalah jika melakukan hal yang sia sia atau tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Jadi Alasan Rindu Kampung Halaman

Mottainai sendiri sudah sangat melekat dalam budaya Jepang. Tujuannya adalah agar saat kita hidup di dunia bermanfaat n dan tidak terjadi penyesalan.

Filosofi ini juga menekankan penghargaan terhadap segala sesuatu yang dimiliki dan dipergunakan semaksimal mungkin sehingga tidak terjadi pemborosan.

7 Cara Orang Italia Menikmati Kopi, Ternyata Ada Etikanya!

Mottainai sendiri bukan sekedar ungkapan, tetapi pandangan hidup yang mengajarkan kita untuk lebih bijak.

Misalnya, menggunakan barang hingga benar benar habis atau memanfaatkannya kembali agar tidak terbuang percuma.

Jadwal Keberangkatan Mudik Gratis 2025 Bersama Kemenhub & ASDP

Bahkan di Jepang sendiri, pada masa Edo (tahun 1600an-1800an), masyarakatnya menggunakan kimono hingga bertahun tahun, jika benar benar sudah tidak bisa digunakan, dijadikan kain lap, jika kain lap tidak lagi bisa digunakan, dijadikan untuk bahan bakar memasak, dan abu dari bahan bakar ini tidak dibuang,  melainkan digunakan untuk membersihkan peralatan makanan.

Dengan prinsip Mottainai ini, kita juga dilatih untuk berpikir kreatif dalam mengupayakan penggunaan barang agar maksimal. Maka wajar kalau di Negara Jepang terkenal akan ide ide kreatifnya.

Halaman Selanjutnya
img_title