Parade Dalang di Banyuwangi Semarakkan Hari Wayang Nasional
- Litalia Putri / VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Wayang kulit merupakan salah satu budaya tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2003 silam.
Sebagai upaya mewariskan warisan budaya tak benda itu, pemerintah sejak 2018 menetapkan peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 7 November.
Untuk memperingati Hari Wayang Nasional tersebut, di Banyuwangi biasanya diselenggarakan pagelaran wayang.
Pagelaran wayang kulit dalam memperingati Hari Wayang Nasional ini digelar di lapangan Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi selama 2 hari berturut-turut.
Pagelaran wayang kulit ini dimeriahkan dengan Parade 11 dalang yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan dibagi ke dalam 3 sesi mulai dari 6-7 November 2023.
“Festival Wayang Kulit ini menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian wayang kulit sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh UNESO,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menyaksikan festival wayang pada Selasa, 7 November 2023.
Sambutan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani
- Litalia Putri / VIVA Banyuwangi
Menurut Ipuk, wayang kulit merupakan salah satu identitas budaya Indonesia yang menjadi bagian dari tradisi positif sebagai sarana untuk penyampaian pesan moral hingga falsafah-falsafah penting bangsa.
“Wayang kulit ini sarat kreativitas, ada seni rupa, ada seni suara, ada seni peran dalam teaternya, juga ada seni musik. Sehingga wayang kulit itu sendiri sangat luas dan lengkap dalam tatanan pertunjukannya,” lanjut Ipuk.
Meski demikian, menurut salah satu pelaku seni pertunjukkan wayang kulit, Riyono, animo masyarakat terhadap pertunjukkan wayang kulit saat ini menurun drastis.
Dalang sepuh asal Desa Tapanrejo ini menyebut, generasi muda yang tertarik dengan pertunjukan kesenian wayang ini semakin hari semakin berkurang jumlahnya.
“Sekarang anak muda lebih suka nonton dangdut, kayak orkes dan elekton,” kata Riyono kepada Banyuwangi.viva.co.id pada 7 November 2023.
Pernyataan Riyono ini juga diamini oleh Ratri, penggemar wayang kulit dari Dusun Tambakrejo, Desa Karetan.
Menurut perempuan yang tak absen menonton Festival Parade Dalang di RTH Karetan ini, pagelaran wayang kulit kini sudah jarang ditemukan.
“Sekarang sudah jarang ada wayangan, ada pun paling banyak ya ruwatan,” kata Ratri kepada banyuwangi.viva.co.id.