7 Fenomena Bancaan Bocah Pada Masa Kini
- Poeji Wasanani/ VIVA Banyuwangi
Budaya, VIVA Banyuwangi –Bancaan dalam KBBI berarti selamatan atau kenduri. Bancaan oleh masyarakat Jawa digunakan oleh semua kalangan sebagai wujud ucapan syukur, meminta keselamatan dan keberhasilan dalam hidup.
Secara sosial, bancaan merupakan perwujudan rasa kebersamaan dan kerukunan antarsesama warga masyarakat.
Fenomena bancaan bocah pada masa kini memiliki beberapa perbedaan karena kondisi dan keadaan. Apa sajakah itu? Berikut ini perinciannya.
1. Jumlah Peserta
Jumlah anak yang datang di jaman dulu sangat banyak. Namun kini sangat berkurang. Hal ini bisa karena kesibukan atau ketidaktahuan.
2. Cara Mengajak
Jaman dahulu saat bancaan akan tiba, ada anak yang berteriak memanggil dengan berseru “Bancaan…..”dan saling meneruskan ke yang lain. Namun kini, selain dengan seruan, juga melalui chat WA.
3. Peserta Bancaan
Umumnya yang datang anak-anak. Namun kini, banyak orang dewasa, bahkan orang tua juga hadir untuk menerima bancaan itu.
4. Bentuk Jajan Pasar
Dahulu berupa kacang rebus, kedelai rebus, ubi rebus. Kini jajan pasar itu berupa makanan kecil kemasan, baik itu roti kering, biscuit, atau kacang kemasan.
5. Uang di Selipan Daun
Seiring dengan nilai uang, dahulu nilai uang logam cukup layak dibagikan di selipan daun pincuk. Namun kini uangnya berupa uang kertas dalam berbagai nominal.
6. Jumlah Pincuk
Dahulu satu orang membawa pulang satu pincuk bancaan. Namun kini, karena berbagai alasan, satu orang bisa membawa dua pincuk atau lebih. Sekalian untuk saudara atau tetangga dekat, yang tidak bisa datang. Istilah Jawanya dibawakan adalah digandulke.
7. Semua Senang
Rasa senang yang dirasakan ini menjadi fenomena yang tidak berubah. Sejak dahulu hingga sekarang, kedua pihak merasa senang. Bagi yang mengadakan bancaan, rasa senangnya bila bancaan itu dihadiri banyak orang hingga menu yang disiapkannya habis. Bagi yang menerima bancaan, juga senang karena mendapat berkah secara tulus.
Bagaimana kesanmu saat mendapat bancaan?