Mengenal 7 Tarian Tradisional Asal Padang

Mengenal 7 tarian tradisional asal Padang
Sumber :
  • https://ar.pinterest.com/pin/876020565011947438/

Budaya, VIVA BanyuwangiBudaya Minangkabau di Sumatera Barat terkenal dengan sistem kekerabatan matrilinealnya yang unik serta kekayaan seni budayanya, termasuk seni tari. Tarian-tarian tradisional dari Padang dan wilayah Minangkabau secara umum, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, namun juga memiliki nilai-nilai religius, sosial, bahkan filosofis yang sangat kental.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Cek Produk Rekomendasi Kami
Flashcard Tari Tradisional Indonesia – Edukasi Budaya Nusantara Anak Full Ilustrasi Menarik

Flashcard Tari Tradisional Indonesia – Edukasi Budaya Nusantara Anak Full Ilustrasi Menarik

Mulai dari

Rp.28.000

Berikut ini adalah 7 tarian tradisional Minangkabau yang paling dikenal dan dipelajari secara luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

img_title Program Baru Pasir Putih Situbondo Sepanjang Tahun 2026, Ada 12 Event Besar!

Cek Produk Rekomendasi Kami
Seni Tari Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat-(SB)

Seni Tari Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat-(SB)

Mulai dari

Rp.29.280

1. Tari Piring

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Tari Piring atau Tari Piriang adalah ikon seni tari Sumatera Barat yang dikenal luas hingga ke tingkat internasional. Tarian ini berasal dari masyarakat Minangkabau di daerah Solok dan awalnya digunakan sebagai bagian dari upacara adat panen raya sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang melimpah.

Yang paling mencolok dari tari ini adalah penggunaan dua buah piring kaca di kedua telapak tangan penari. Piring tersebut dimainkan dalam gerakan cepat, presisi, dan dinamis namun tidak pernah jatuh. Gerakan mengayun, berputar, dan mengetuk piring ke tubuh maupun lantai menjadi simbol ketangkasan, kegembiraan, serta harmoni antara manusia dan alam.

Di akhir tarian, penari kadang melemparkan piring ke lantai dan melakukan atraksi berjalan di atas pecahan kaca, simbol pengorbanan dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan.

2. Tari Indang (Dindin Badindin)

Tari Indang merupakan perpaduan antara seni dan dakwah. Tarian ini berasal dari daerah pesisir seperti Pariaman, tempat Islam pertama kali masuk ke wilayah Minangkabau. Tari Indang awalnya berkembang di surau-surau dan digunakan oleh para ulama sebagai alat penyebaran ajaran Islam.

Ciri khasnya adalah posisi penari yang duduk berjajar sambil menepuk dada, paha, dan lantai secara ritmis. Gerakan ini diiringi oleh nyanyian bernuansa Islami yang disebut salawat Indang. Melalui tarian ini, pesan-pesan moral, tauhid, dan akhlak mulia disampaikan dalam bentuk seni yang menarik dan mudah diterima oleh masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title