Mengenal Sub Kebudayaan Jawa Timur, Sama-Sama Jawa tapi Beda Karakter
- https://www.pexels.com/photo/aerial-view-of-tugu-pahlawan-in-surabaya-indonesia-30568939/
Budaya, VIVA Banyuwangi – Jawa Timur dikenal tidak hanya sebagai provinsi yang kaya secara geografis dan ekonomi, tetapi juga sebagai wilayah yang menyimpan ragam kebudayaan yang begitu memikat. Dari ujung timur hingga wilayah barat, masing-masing daerah memiliki ciri khas budaya yang membentuk kekayaan identitas Jawa Timur.
Ayu Soetarto, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Jember membagi sub kebudayaan Jawa Timur menjadi 10 wilayah. Poin utama dalam penelitian Ayu Sutarto itu menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan pertemuan antar budaya, seperti Pandalungan (Jawa-Madura), Mataraman (Jawa Timur-Jawa Tengah) dan Kangean-Bawean (Jawa, Madura, Bugis, Bajo).
Ulasan mengenai sub kebudayaan di Jawa Timur tersebut antara lain,
1. Mataraman
Masyarakat Jawa Mataraman memiliki produk kebudayaan yang tidak jauh berbeda dari komunitas Jawa yang tinggal di Surakarta dan Yogyakarta. Masyarakat Jawa Mataraman berpola kehidupan sehari-hari sebagaimana pola kehidupan orang Jawa pada umumnya seperti menggunakan tingkatan tutur kata dalam berbahasa sehari-hari (Ngoko, Madya, Krama).
Pola bahasa Jawa yang digunakan mendekati kehalusan masyarakat Jawa yang terpengaruh Kerajaan Mataram di Yogyakarta. Pola bercocok tanam dan sistem sosial yang dianut sebagaimana pola masyarakat Kota Solo dan sekitaranya dan daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Panaragan
Komunitas Jawa Panaragan tinggal di Kabupaten Ponorogo. Secara kultural masyarakat Jawa Panaragan sangat menghormati tokoh-tokoh formal yang berposisi sebagai pangreh praja (pemimpin lokal), tetapi tokoh informal seperti warok dan ulama juga memiliki status sosial cukup penting di daerah ini. Secara bahasa dan budaya, memiliki kesamaan dengan orang Mataraman.
3. Aneman
Kebudayaan Samin secara relatif tinggal sedikit, tetapi secara kultural pengaruhnya di masyarakat Jawa Timur cukup besar. Di wilayah Karesidenan Bojonegoro (Lamongan, Tuban, Jombang, Bojonegoro) karakter Samin berdampingan erat dengan budaya Aneman. Mereka biasa menambakan ucapan ‘em’ untuk menggantikan kata kepemilikan.