Batik Indonesia yang Terkenal dan Diakui oleh UNESCO

Batik sebagai warisan Dunia
Sumber :
  • https://pin.it/7bNdtkMEQ

Budaya, VIVA Banyuwangi – Batik adalah warisan budaya asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dunia. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Cek Produk Rekomendasi Kami
Kain Jarik Rijek Random Cap Empat Lima Batu Raja Cap Cent Katun Asli Anti Licin Anti Panas

Kain Jarik Rijek Random Cap Empat Lima Batu Raja Cap Cent Katun Asli Anti Licin Anti Panas

Mulai dari

Rp.47.720

Berbagai macam batik dari berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri khas unik yang mencerminkan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai lokal.

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Cek Produk Rekomendasi Kami
batik rijek random 45 buat gendong bayi

batik rijek random 45 buat gendong bayi

Mulai dari

Rp.37.500

img_title Grebeg Suran Baturraden Tradisi Banyumas yang Sarat Makna dan Warisan Leluhur

1. Batik Solo: Motif Klasik Penuh Makna

Batik Solo, atau batik Surakarta, dikenal dengan motif tradisional seperti Sidomukti, Parang, dan Kawung. Batik ini biasanya menggunakan warna sogan (cokelat tua) dan proses pewarnaan tradisional.

Motif Sidomukti dipercaya membawa harapan tentang kehidupan yang sejahtera dan bahagia, sehingga sering digunakan dalam upacara adat.

2. Batik Yogyakarta: Simbol Keagungan dan Kesederhanaan

Ciri khas Batik Yogyakarta adalah motif geometris yang tegas dan dominan warna hitam, putih, serta cokelat. Salah satu motif terkenalnya adalah Truntum, yang melambangkan cinta abadi dan digunakan dalam prosesi pernikahan adat Jawa.

Batik Yogya juga memiliki peraturan khusus tentang siapa yang boleh mengenakan motif tertentu, terutama di lingkungan keraton.

3. Batik Pekalongan: Ceria dan Dinamis

Batik Pekalongan dikenal sebagai batik pesisir yang penuh warna cerah dan motif flora-fauna. Pengaruh budaya Tionghoa dan Belanda sangat terasa, menjadikan motifnya lebih bebas dan dinamis.

Motif Jlamprang dan Buketan menjadi ciri khas dari batik ini, sering dijadikan pilihan dalam busana kasual maupun resmi.

4. Batik Cirebon: Harmoni Budaya dalam Kain

Batik Cirebon memiliki corak khas seperti Mega Mendung yang melambangkan ketenangan dan keteduhan. Motif ini terinspirasi dari budaya Tionghoa dan menggambarkan awan berlapis yang berwarna cerah.

Selain Mega Mendung, motif Singa Barong juga menjadi kebanggaan daerah ini.

5. Batik Lasem: Perpaduan Jawa dan Tiongkok

Lasem, daerah kecil di Rembang, memiliki batik khas dengan warna merah menyala yang disebut “abang getih pitik”. Motifnya banyak dipengaruhi budaya Tiongkok, seperti Burung Phoenix dan Naga.

Halaman Selanjutnya
img_title