Asal Usul Terbentuknya Pulau Bali, Kental Nilai Kebudayaan
- https://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g294226-Bali-Vacations.html
Budaya, VIVA Banyuwangi – Pulau Bali dikenal sebagai pulau dengan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, tak banyak yang mengetahui cerita legenda tentang asal usul terbentuknya Pulau Bali yang sarat dengan nilai spiritual dan sejarah. Dalam kisah yang diwariskan turun-temurun melalui Babad Bali, diceritakan bahwa dahulu kala Pulau Bali dan Pulau Jawa adalah satu kesatuan daratan.
Legenda ini berkisah tentang seorang Brahmana sakti bernama Sidhi Mantra dari Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur. Sidhi Mantra memiliki seorang putra bernama Manik Angkeran yang memiliki kebiasaan buruk, yaitu gemar berjudi hingga terlilit banyak hutang.
Suatu ketika, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk melunasi hutang tersebut. Sidhi Mantra kemudian melakukan perjalanan spiritual menuju Gunung Agung untuk meminta pertolongan Naga Basuki, naga penjaga kesejahteraan. Sesampainya di sana, ia membunyikan genta suci yang membangunkan sang Naga. Naga Basuki kemudian berkenan memberikan kepingan emas sebagai pertolongan.
Emas itu digunakan Manik Angkeran untuk membayar hutang, namun naas, ia kembali berjudi hingga terlilit hutang lebih besar. Dalam keputusasaan, ia pun mencuri genta suci milik ayahnya dan pergi menemui Naga Basuki. Saat Naga Basuki muncul, Manik Angkeran tergoda melihat mahkota intan yang dikenakan sang Naga. Karena tamak, ia memotong ekor Naga Basuki untuk mengambil permatanya.
Naga Basuki murka dan menyemburkan api yang membakar Manik Angkeran hingga tewas. Mengetahui anaknya meninggal, Sidhi Mantra memohon ampun dan meminta Naga Basuki untuk menghidupkan kembali putranya. Naga Basuki menyetujui asalkan ekornya dikembalikan. Setelah itu, Manik Angkeran pun hidup kembali, namun harus mengabdi pada Naga Basuki di Gunung Agung.
Dalam perjalanan pulang ke Daha, Sidhi Mantra merasa khawatir Manik Angkeran akan kembali ke Jawa dan mengulangi kesalahannya. Dengan kekuatan meditasi yoganya, Sidhi Mantra menggoreskan tongkat di Tanah Genting. Dari goresan tersebut, terbentuklah perairan luas yang kini dikenal sebagai Selat Bali, yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.