Batik Tiga Negeri, Harmoni Budaya dalam Selembar Kain Khas Lasem
- https://jatengprov.go.id/beritaopd/batik-tiga-negeri-kisah-filosofis-harmoni-indah-tiga-budaya/
Budaya, VIVA Banyuwangi – Lasem, sebuah daerah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tak hanya dikenal sebagai kawasan pesisir dengan sejarah panjang perdagangan, tetapi juga sebagai salah satu pusat batik tradisional yang memukau. Salah satu jenis batik Lasem yang paling istimewa adalah Batik Tiga Negeri, kain yang merepresentasikan akulturasi budaya dalam selembar karya penuh filosofi.
Apa Itu Batik Tiga Negeri
Mungkin sebagian orang belum begitu mengenal makna di balik nama batik tiga negeri. Batik ini bukan hanya sekadar motif atau corak cantik. Batik tiga negeri adalah hasil perpaduan tiga budaya besar yang pernah berpengaruh di Nusantara.
Menurut Ma’shum Ahadi, pemilik Dampo Awang Batik Art sekaligus Ketua Komunitas Pembatik Khas Lasem, batik tiga negeri dikenal dengan ciri khas tiga warna utama yang masing-masing memiliki akar budaya kuat. Warna merah melambangkan pengaruh budaya Tionghoa, dikenal dengan sebutan getih pitik atau darah ayam, yakni merah cerah khas Lasem yang menjadi identitas penting batik pesisir. Warna biru berasal dari tradisi batik Pekalongan dan mewakili pengaruh budaya Belanda yang pernah mendominasi kawasan pantai utara Jawa. Sementara warna coklat sogan mencerminkan pewarnaan khas budaya Mataraman dari Solo, menghadirkan sentuhan klasik yang mengikat ragam corak menjadi harmoni yang indah.
Proses pembuatannya pun unik, sebab dahulu satu kain batik harus berpindah kota untuk mendapatkan ketiga warna tersebut. Dari Lasem ke Pekalongan, lalu ke Solo. Perjalanan pewarnaan ini secara tidak langsung menjadi narasi sejarah tentang jalur distribusi budaya di Pulau Jawa.
Filosofi dan Nilai Sejarah yang Mendalam
Tak hanya kaya warna, batik tiga negeri juga memuat makna mendalam. Masing-masing corak dan warnanya mencerminkan nilai harmoni antaretnis dan akulturasi budaya yang sudah ratusan tahun terjalin. Tak heran jika batik ini tergolong premium dengan harga yang cukup tinggi. Namun, di baliknya terkandung warisan filosofi, sejarah, dan nilai estetika yang tak ternilai.