Hari Raya Yadnya Kasada, Tradisi Suci Masyarakat Tengger di Gunung Bromo

Proses Yadnya Kasada Upacara Sesembahan Umat Hindu
Sumber :
  • https://www.explorebromo.com/2021/06/yadnya-kasada-bromo-tengger.html

Budaya, VIVA Banyuwangi – Hari Raya Yadnya Kasada atau Kasodo adalah upacara adat masyarakat Hindu Tengger yang dilaksanakan setiap tahun di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Ritual ini dikenal sebagai persembahan sesaji ke kawah Gunung Bromo, yang menjadi wujud syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, leluhur, dan alam semesta.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Upacara Yadnya Kasada jatuh pada bulan Kasada hari ke-14 menurut penanggalan Jawa. Tradisi sakral ini tidak hanya menjadi momen doa dan rasa syukur, tetapi juga bagian dari janji leluhur yang hingga kini terus ditepati masyarakat Tengger secara turun-temurun.

Legenda Rara Anteng dan Joko Seger

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Asal-usul Hari Raya Kasada tak bisa dipisahkan dari legenda Rara Anteng dan Joko Seger, yang dipercaya sebagai cikal bakal masyarakat Tengger. Kisah ini telah diwariskan secara lisan sejak masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-13 Masehi.

Menurut cerita, Rara Anteng, putri Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, bersama Joko Seger, putra seorang Brahmana dari Kediri, memilih meninggalkan keraton akibat konflik politik. Mereka lalu menetap di kawasan pegunungan Tengger dan hidup sebagai petani.

img_title Grebeg Suran Baturraden Tradisi Banyumas yang Sarat Makna dan Warisan Leluhur

Meski sudah lama menikah, pasangan ini belum memiliki keturunan. Mereka pun melakukan tapa brata di Gunung Widodaren. Dalam semedi itu, mereka berjanji kepada Sang Hyang Widhi bahwa jika dikaruniai anak, mereka bersedia mengorbankan satu anaknya sebagai tanda bakti.

Tuhan akhirnya mengabulkan permintaan mereka. Rara Anteng dan Joko Seger dianugerahi 25 orang anak. Namun, setelah memiliki banyak anak, pasangan ini lupa akan janji awal. Hingga suatu hari, anak bungsu mereka, Raden Kusuma, hilang masuk ke kawah Gunung Bromo.

Dari dalam kawah terdengar suara Raden Kusuma menyampaikan pesan agar keturunan Rara Anteng dan Joko Seger selalu mengadakan persembahan sesaji ke kawah Bromo sebagai syarat kehidupan yang aman dan sejahtera.

Sejak saat itu, masyarakat Tengger melaksanakan upacara Yadnya Kasada, dengan sesaji berupa hasil bumi, ternak, dan barang-barang lain yang dilemparkan ke kawah Bromo sebagai tanda syukur dan pemenuhan janji leluhur.

Halaman Selanjutnya
img_title