Melawan Ketakutan: Perjalanan Hidup Gadis yang Kabur dari Korea Utara
- YT: TED
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Kehidupan di Korea Utara bagi seorang gadis muda bernama Hyeonseo Lee tampak seperti mimpi indah yang diajarkan sejak kecil.
Ia tumbuh dengan rasa bangga terhadap negaranya, menyanyikan lagu patriotik “Nothing To Envy” dan percaya bahwa Korea Utara adalah negara terbaik di dunia.
Namun, semua itu berubah ketika kenyataan hidup yang brutal perlahan terungkap. Pada usia tujuh tahun, gadis itu menyaksikan eksekusi publik pertamanya, pengalaman yang ia anggap normal di negaranya.
Keluarganya tidak miskin, dan ia belum pernah merasakan kelaparan. Namun, tahun 1995 menjadi titik balik.
Sebuah surat memilukan dari seorang kerabat mengungkapkan penderitaan yang luar biasa: lima anggota keluarga meninggal karena kelaparan. Saat itulah ia mulai menyadari penderitaan rakyat di sekitarnya.
Masa Kelaparan dan Kegelapan
Di pertengahan 1990-an, Korea Utara dilanda kelaparan besar yang menewaskan lebih dari satu juta orang. Warga terpaksa memakan rumput, serangga, dan kulit pohon untuk bertahan hidup.