Dirut BPJS Kesehatan Sebut, Dulu RS Ogah-Ogahan Kerjasama
- Sugianto/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron menyebutkan, dulu rumah sakit ogah-ogahan kerjasama.
Hal itu disampaikan Ali Ghufron, usai memberikan orasi ilmiah pada pagelaran wisuda periode II tahun ajaran 2023/2024 di gedung Auitorium Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Sabtu (9/9/2023).
“Intinya, dulu rumah sakit rumah sakit ogah-ogahan kerjasama dengan BPJS, sekarang pada antri, kepingin kerjasama dengan BPJS,” katanya.
Mungkin, banyak hal yang menjadi rumah sakit ogah-ogahan kerjasama dengan BPJS Kesehatan, baik dari segi administrasi maupun pelayanan kepada pasien hingga lainnya.
Atau bahkan juga, banyak rumah sakit yang menunggu dampak positif dan negatif dari kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Dengan bergulirnya hal tersebut, kini rata-rata rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, hampir keseluruhan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Jadi, apabila perguruan tinggi atau siapapun ingin mendirikan rumah sakit, harus memenuhi beberapa syarat untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Jadi nanti bisa didiskusikan, untuk bisa kerjasama. Asal memenuhi persyaratan dan pprosedurnya sesuai,” ungkapnya.
Ali Ghufron menegaskan, dengan adanya kerjasama dengan rumah sakit,BPJS Kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan yang bermutu.
“Intinya tiga, mudah, cepat dan setara tanpa diskriminasi. Rumah sakit tidak boleh minta fotokopi kepada peserta BPJS dan juga tidak boleh berbelit,” ungkapnya.
Bahkan saat ini, BPJS Kesehatan sedang mengembangkan inovasi riwayat medis dalam genggaman peserta.
“Jadi banyak negara maju belum bisa, Indonesia sudah bisa,” pungkasnya.