3 Cara Stoic Menemukan Tujuan Hidup, Apa Makna Kehidupanmu?
- Photo by Elina Sazonova: https://www.pexels.com/photo/calm-woman-in-white-dress-sitting-on-pier-of-lake-4332154/
Anda tidak harus menjadi yang terbaik dalam sesuatu untuk menemukan tujuan dan kegembiraan di dalamnya. Nenek moyang kita zaman dahulu menemukan kepuasan dalam membuat sesuatu dari batu, sama seperti Leonardo da Vinci mendapatkan kepuasan dari melukis Mona Lisa.
Menemukan makna dalam hidup melalui pekerjaan, seni, menulis, memperbaiki diri, hobi, dan bahkan tugas-tugas sepele adalah bentuk menciptakan. Setiap tantangan yang melibatkan penggunaan lingkungan sekitar Anda, membuat hal-hal baru, atau memperbaiki sesuatu adalah kesempatan untuk menemukan tujuanĀ terlepas dari apakah itu glamor atau tidak.
2. Kepedulian terhadap Sesama
Sumber makna ini paling mudah dipahami, karena tertanam dalam pengalaman menjadi manusia. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan tujuan hidup dengan merawat orang lain; baik sebagai teman, guru, orang tua, pemimpin, atau bahkan sebagai pendukung anonim.
Kegembiraan merawat orang lain tidak hanya terbatas pada hubungan langsung dengan orang-orang. Makna semacam ini juga dapat diwujudkan dengan melibatkan diri dalam tujuan dan amal, membantu kelompok dan organisasi, dan menjalani hidup Anda dengan cara yang akan membantu orang lain ketika Anda telah tiada.
3. Menghadapi Penderitaan yang Tak Bisa Dihindari dengan Tegar
Hal utama yang perlu dipahami: Stoikisme tidak mengajarkan bahwa penderitaan adalah prasyarat untuk menemukan makna dalam kehidupan. Jika penderitaan dapat dihindari, maka hindarilah.