Mudik di Bulan Ramadan, Apa Harus Tetap Berpuasa?
- https://pixabay.com/id/users/syauqifillah-19524098/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=5831655
Merasa Berat atau Berisiko bagi Kesehatan
Jika puasa dalam perjalanan membuat tubuh terlalu lelah, dehidrasi, atau bahkan bisa membahayakan kesehatan, maka lebih baik berbuka. Islam tidak ingin umatnya memaksakan diri hingga membahayakan kesehatan.
Tetap Puasa atau Tidak?
Jika perjalanan masih terasa ringan, misalnya menggunakan kendaraan yang nyaman, tidak terlalu lama, dan tidak membuat tubuh terlalu lelah, maka tetap berpuasa bisa menjadi pilihan. Namun, jika perjalanan sangat melelahkan, macet panjang, atau tubuh terasa sangat lemah, mengambil keringanan untuk tidak berpuasa bisa lebih bijak.
Dilansir laman resmi MUI, Kiai AMA menjelaskan bahwa meskipun seseorang yang melakukan perjalanan jauh, seperti mudik, diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun jika ia merasa kuat dan tidak mengalami kelelahan yang dapat mengganggu kesehatannya, maka tetap berpuasa lebih utama.
Ia juga menekankan pentingnya memilih waktu yang tepat untuk mudik serta menyiapkan bekal selama perjalanan. Selain itu, memahami tata cara ibadah selama dalam perjalanan juga menjadi hal yang tidak kalah penting.