Sama-sama Teh dari Jepang, Ini Bedanya Hojicha dan Matcha
- https://www.freepik.com/free-photo/top-view-green-matcha-beverage_5682727.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Sekilas, Hojicha dan Matcha terlihat serupa padahal keduanya sangatlah berbeda. Matcha maupun Hojicha sama-sama teh hijau asal Jepang, sama-sama dinikmati dalam bentuk bubuk, dan sama-sama populer di kafe-kafe modern. Tapi jangan salah, meskipun berasal dari tanaman yang sama, kedua teh ini memiliki karakter, rasa, dan manfaat yang sangat berbeda.
Jika kamu penasaran ingin mencoba salah satunya tapi bingung mau pilih yang mana, berikut panduannya yang dikutip dari Getcrafti.co.
1. Asal dan Proses Produksi
Matcha dibuat dari daun teh muda yang dipetik, dikukus, dikeringkan, dan kemudian digiling sangat halus menjadi bubuk hijau cerah. Daun teh ini ditanam di tempat teduh selama beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine (komponen yang memberikan rasa umami dan efek menenangkan).
Sedangkan Hojicha, dibuat dari daun teh yang lebih tua, batang, dan tangkai, yang kemudian dipanggang pada suhu tinggi sekitar 200°C. Proses pemanggangan ini mengubah rasa, aroma, dan bahkan warna teh dari hijau menjadi coklat kemerahan.
2. Kandungan Kafein
Matcha mengandung kafein yang tinggi karena menggunakan daun muda dan bubuknya dikonsumsi secara utuh dengan cara dilarutkan, bukan disaring. Rata-rata Matcha mengandung sekitar 3,2 g kafein per 100 g.
Hojicha justru dikenal sebagai teh hijau yang rendah kafein dengan kandungan sekitar 0,13 g per 100 g. Hal ini karena daunnya yang matang dan panas dari proses pemanggangan ikut menghancurkan sebagian kafein.
3. Cocok Dikonsumsi Siapa
Matcha cocok dikonsumsi untuk kamu yang ingin energi dan fokus tinggi. Sementara
Hojicha untuk kamu yang sensitif terhadap kafein atau sekedar ingin teh malam hari.
4. Rasa dan Aroma
Matcha punya rasa khas umami, sedikit pahit, dan aroma seperti rumput segar. Cocok bagi pecinta rasa teh yang "berani" dan kompleks.
Kemudian Hojicha punya rasa yang manis, ringan, bersahaja, dan sedikit berasap. Aroma panggangnya mirip kopi ringan, tapi tetap lembut. Hojicha ini sering disukai oleh mereka yang tidak terbiasa dengan teh hijau biasa.