Sop Konro, Ketika Iga Sapi Bertemu Rempah Nusantara
- https://goodindonesianfood.com/file/2017/01/sop-konro-bawakaraeng1-1170x780.jpg
Kuliner, VIVA Banyuwangi –Sop Konro berasal dari tradisi masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Ciri khasnya terletak pada penggunaan kluwek yang memberi warna hitam kecokelatan sekaligus rasa gurih dalam. Jika di Jawa kluwek identik dengan rawon, maka di Makassar ia menemukan ekspresi berbeda melalui konro. Rempah seperti ketumbar, pala, kayu manis, dan cengkih memperkaya rasa, menciptakan profil yang kompleks namun tetap seimbang.
Secara historis, masakan berbasis iga sapi berkembang karena potongan ini dahulu dianggap kurang populer dibanding bagian daging lain. Namun kreativitas dapur lokal mengubahnya menjadi hidangan istimewa. Iga direbus dalam waktu lama hingga kaldu keluar maksimal. Proses ini tidak hanya melunakkan tekstur, tetapi juga menghasilkan kuah yang kaya kolagen alami.
Bahan Utama:
1. 1 kg iga sapi, potong sesuai selera
- 2 liter air untuk merebus
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 2 cm lengkuas, memarkan
- Garam secukupnya
Bumbu Halus:
1. 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 butir kemiri, sangrai
- 1 sdm ketumbar
- 1 sdt jintan
- 2 buah kluwek, ambil isinya
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 1 sdt merica
Pelengkap:
1. Bawang goreng
- Daun bawang iris
- Sambal
- Ketupat atau nasi putih
Cara Membuat:
- Rebus iga sapi hingga mendidih, buang air pertama untuk menghilangkan kotoran. Bilas bersih.
- Rebus kembali dengan 2 liter air hingga setengah empuk.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Masukkan bumbu tumis ke dalam rebusan iga.
- Tambahkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.
- Masak dengan api kecil selama 1,5–2 jam hingga iga empuk dan kuah menghitam pekat.
- Koreksi rasa dengan garam.
- Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan daun bawang.
Sop Konro adalah bukti bahwa kuliner Nusantara memiliki daya saing tinggi, bahkan di tingkat global. Ia memadukan bahan sederhana dengan teknik matang dan rempah berlapis. Ketika iga sapi bertemu rempah Nusantara, lahirlah sajian yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menghubungkan kita pada akar budaya.