Keluarga Sultan Tolak Bantuan Rp 2 M dari Bali Towerindo. Ini Penyebabnya

Fatih, ayah Sultan. Korban yang terjerat kabel fiber optik
Fatih, ayah Sultan. Korban yang terjerat kabel fiber optik
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/ VIVA News

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Keluarga korban terjerat kabel fiber optik milik Bali Towerindo menolak uang bantuan senila Rp 2 M. Malahan, keluarga korban merasa tersinggung dengan nilai bantuan tersebut.

Penolakan dilakukan keluarga Sultan Rif'at Alfatih karena pihak dari Bali Towerindo tidak memiliki etika dan itikat yang baik serta mengabaikan kondisi anaknya.

"Sekarang gini, anak kita masih sakit. Kondisinya seperti ini, tiba - tiba dia dateng dengan tergopoh - gopoh terus diberikan uang untuk menyelesaikan ini Rp 2 Miliar ke saya," ujar Fatih, ayah korban.

Fatih menilai, langkah yang dilakukan pihak Bali Towerindo justru membuat pihaknya merasa tersinggung karena penawaran uang bantuan tersebut tidak diawali dengan komunikasi yang baik oleh pihak Bali Towerindo.

"Tersinggunglah, anak masih kayak gini. Harusnya datang dulu baik - baik mereka duduk bicara data dan fakta. Anak saya seperti apa, baru selesai itu. Kondisi anak saya seperti apa dan bagaimana baru ngomong angkanya. Jadi jangan ujuk - ujuk begini. Ngawur itu," tutur Ayah Sultan tersebut.

Selain terkait etika komunikasi dalam penyelesaian masalah tersebut. Nilai bantuan yang ditawarkan pihak Bali Towerindo sangat kecil dan dianggap sebuah penghinaan.

"Kenapa itu ditolak oleh korban. Karena ini sangat menyakitkan sangat menghina rasa kemanusiaan kita semua. Saya mau bilang sama pengacara - pengacara itu ya, anda datang kesini. Saya jerat leher anda pake kabel sampai putus tenggorokan anda. Sampai gak bisa bicara, minum, gak bisa napas baru saya datang. Saya tempeleng anda dengan uang Rp 2 Miliar. Mau enggak," kata Tegar Putuhena, Kuasa Hukum Sultan.