Copot Sticker Caleg di Rumah Sendiri Malah Disomasi, Kok Bisa
- Screenshot Sosmed/ VIVA Banyuwangi
Lumajang, VIVA Banyuwangi – Seorang TikToker harus berurusan dengan hukum akibat mencopot sticker calon legislatif (caleg) yang menempel di kaca rumah pribadinya. Bahkan tim sukses caleg tersebut mengirimkan somasi dan mengajukan penuntutan jika tidak ingin hal tersebut dibawa ke ranah hukum.
“Pak Jokowi, saya rakyat kecil pak. Saya hanya ingin menyuarakan keresahan saya. Jika perbuatan saya salah mohon dimaafkan pak. Dan saya mohon perlindungannya pak,” ujar Agus Harianto dalam akun TikTok @AgosGemoy.
Ucapan Agus tersebut seolah menggambarkan tekanan psikologis yang cukup kuat pasca adanya somasi dari Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem Lumajang pada Senin, 4 Desember 2023.
Sebelumnya Warga Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko Lumajang Jawa Timur tersebut mengunggah video di akun TikTok @AgosGemoy miliknya.
Dalam video yang akhirnya For Your Page (FYP) di TikTok dan viral tersebut, Agus mencopot sticker caleg yang menempel di kaca rumah pribadinya.
“Kaca rumah saya ini memang gak saya tempelin sticker apapun kecuali sticker DPT dari KPU itu,” kata Agus dalam unggahannya.
Agus mengaku, tujuan awal pembuatan video tersebut hanya ingin memberikan edukasi tentang etika pemasangan sticker kampanye caleg.
“Untuk para timses-timses caleg, jangan sembarangan nempel stiker di rumah orang tanpa ijin. Yo nek wonge seneng (ya kalau orangnya mau),” kata Agus di TikTok.
Namun siapa sangka unggahan tersebut justru berimbas somasi dari Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem Lumajang yang merasa dirugikan akibat video tersebut.
“Sticker yang dicopot tersebut bergambar caleg DPR RI Dapil Jember Lumajang, Haji Charles Meikyansyah,” jelas Wildan Abdul Aziz, tenaga ahli caleg Charles Meikyansyah pada wartawan.
Dalam somasinya, Wildan memberikan waktu 3X24 jam agar video tersebut di take down dan segera mengunggah video klarifikasi serta permintaan maaf.
“Video yang dibuat Agus telah memberikan kerugian bagi Partai Nasdem kerena menyebabkan munculnya pemberitaan (stigma) negatif terhadap Partai (Nasdem),” ungkap Wildan.
Agus pun memutuskan memenuhi tuntutan somasi dan meminta perlindungan hukum pada Presiden Jokowi atas peristiwa yang dialaminya.