RKAP PG Jatiroto Hanya Mencapai 76 Persen

Manager Pabrik Gula Jatiroto Lumajang
Sumber :
  • Achmad Fuad Afdlol/viva banyuwangi

Lumajang, VIVA Banyuwangi - Gula total produksi di PG Jatiroto dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2023, sebesar 85.600 ton, hanya tercapai 65.100 ton, jadi capaiannya sekitar 76 persen.

img_title Kak Seto “Semprot” Kualitas Guru Menurun: “Mendidik Bukan Membidik, Mengajar Bukan Menghajar!”

 

Kalau dibanding tahun yang lalu, menurut Manager Keuangan dan Umum PG Jatiroto, Apit Eko Prihantono, kepada Banyuwangi.viva.co.id hanya turun 15 persen saja.

img_title Gas Melon Disorot! Bupati Lumajang Keluarkan Surat Edaran Tegas: Harga Maksimal Rp 18 Ribu, Pangkalan Dilarang “Main Mat

 

"Gula produksi kita di luar impor, itu kan 76.800 ton, nah capaiannya dari tahun yang lalu, hanya turun 15 persen, hanya tercapai 80 persen, jadi secara total capaiannya terhadap RKAP hanya 76 persen," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 7 Desember 2023.

img_title Antrean Gas Melon Memanas di Lumajang: Warga Ditolak Karena Beda KTP, Keluhan Meledak di Media Sosial

 

Kata Apit, ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi tahun ini, dengan penurunan produksi ketika di tahun ini memang adanya tidak begitu besar.

 

"Saya tanya ke petani di kebun kita sendiri penurunan produksinya tebu ya hanya rata-rata 57 ton, yang sebelumnya biasanya di atas 80 ton," tambahnya.

 

Jadi penurunan ini, kata mantan Humas PG Jatiroto ini, hanya karena penurunan jumlah tebu yang digiling. Penurunan proses produktivitas kalau tahun lalu itu proses kita rata-rata sekitar 85 ton, namun dari petani, sekarang hanya 57 ton di dataran petani.

 

Dikatakan Apit, juga sama ketika pihaknya menanyakan ke beberapa petani itu, terkait dnegan produksi tahun di 2023 ini.

 

"Kira-kira penurunannya 30-40 persen, dari tahun yang lalu jadi penurunan produksi gula tahun ini karena produktivitas tebu," tambahnya.

 

Kelihatannya, kata Apit,  kalau dari sisi rendemen, setidaknya rendemen dari tahun yang lalu lebih tinggi tahun ini. Dibanding tahun  lalu, rata-rata hanya 7,4 persen dan namanya kalau sekarang ini, rata-rata 7,7 persen yang baru.

Dan yang mempengaruhi tahun ini, salah satunya mungkin cuaca, karena di tahun 2023 itu kering tanpa ada hujan dan banyak faktor-faktor lainnya.

 

"Untuk supply tebu bisa dari dalam atau dari luar kota. Ada juga untuk tebu kita itu dari Lumajang ada dari Jember, karena kita di batasan Jember dan Lumajang," imbuhnya.

 

Ditegaskan lagi, jika produksi tahun 2024, akan mencapai 1 juta ton.