Ziarah Kubur di Banyuwangi: Tradisi Penuh Makna Menjelang Ramadhan
- Roni Subhan/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi menggelar tradisi ziarah kubur dengan khidmat. Kegiatan ini menjadi momen untuk mendoakan leluhur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Sejak pagi, warga berkumpul di area pemakaman untuk mengikuti khataman Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat mereka mengenang dan mendoakan para leluhur.
Mahfudz, pengurus makam, menyebut tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga pengingat untuk selalu berbuat kebaikan.
“Selain mendoakan leluhur, ini juga kesempatan untuk mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Benculuk, Muhamad Mudhofir, mengapresiasi tingginya antusiasme warga dalam menjaga tradisi ini.
“Alhamdulillah, semakin banyak yang sadar akan pentingnya ziarah kubur sebagai warisan budaya dan nilai spiritual,” katanya.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, ziarah ini juga menjadi ajang berkumpul dan berbagi cerita di antara warga.
“Acara ini membuat kami lebih dekat dengan tetangga dan keluarga,” ujar Eni Nziati seorang warga setempat.
Dengan semakin terorganisirnya kegiatan ini, ziarah kubur di Benculuk diharapkan terus lestari sebagai bagian dari budaya yang mempererat persaudaraan dan nilai-nilai keagamaan.