Menolak Dituduh Sebagai Pencuri, Korban Amuk Massa Lapor Polisi

AZ saat melaporkan perkaranya di mapolres lumajang
Sumber :
  • Achmad Fuad Afdlol/viva banyuwangi

Lumajang, VIVA Banyuwangi - Seorang pemuda menempuh jalur hukum setelah menjadi korban amuk massa. Pemuda tersebut menjadi korban amuk massa akibat dituding sebagai pencuri. Akibat aksi massa tersebut, pemuda itu nyaris tewas dan sempat menjalani perawatan medis.

img_title Kak Seto “Semprot” Kualitas Guru Menurun: “Mendidik Bukan Membidik, Mengajar Bukan Menghajar!”

Abdul Aziz bersama kerabatnya, Hardi akhirnya mendatangi Mapolres Lumajang untuk mengadukan peristiwa yang dialaminya. Seninh, 8 Januari 2024.

Warga Desa Mangunsari Kecamatan Tekung Lumajang Jawa Timur tersebut baru saja keluar dari rumah sakit Bhayangkara Lumajang akibat menjadi korban penganiayaan.

img_title Gas Melon Disorot! Bupati Lumajang Keluarkan Surat Edaran Tegas: Harga Maksimal Rp 18 Ribu, Pangkalan Dilarang “Main Mat

Sebelumnya, sebuah video viral dan beredar di jagat maya terkait aksi massa terhadap seorang pria yang diduga pencuri. Kamis, 3 Januari 2024.

"Saya merasa tidak seperti yang dituduhkan (pelaku pencurian). Makanya saya lapor Polisi untuk meminta keadilan," ujar Abdul Aziz

img_title Antrean Gas Melon Memanas di Lumajang: Warga Ditolak Karena Beda KTP, Keluhan Meledak di Media Sosial

Saat kejadian, Abdul Aziz sedang ada janji dengan teman wanitanya dengan memberikan kode lemparan batu sebagai tanda kehadirannya pada rumah yang diduga milik YN.

"Tiba-tiba yang teriak maling, ya saya langsung kabur. Ternyata massa yang mengejar banyak dan saya tertangkap," tutur Abdul Aziz di Mapolres Lumajang.

Massa yang sudah beringas, tidak menerima penjelasan Abdul Aziz dan terus menghakimi hingga babak belur.

Beruntung, Polisi segera datang ke lokasi kejadian dan berhasil menyelamatkan Abdul Aziz dari amuk massa serta membawanya ke rumah sakit.

"Kalau tidak ada Polisi, saya tidak tahu nasib saya seperti apa. Ini saja masih terasa sakit sekujur badan," kata Abdul Aziz didampingi Hardi.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kapolres Lumajang, AKBP M Zainur Rofik melalui Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Achmad Rochim membenarkan adanya laporan AZ pada Polisi.

"Iya ada laporan namun kami masih akan menindaklanjuti dan mengembangkan perkaranya. Penyelidikan terlebih dahulu," papar Kasat.

Sementara itu, Kades Mangunsarui M Salim yang dianggap mengetahu kronologis terkait peristiwa tersebut belum berhasil dihubungi.

Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi kantor serta menghubungi melalui pesan whatsapp namun belum mendapat tanggapan.