OTK Perusak Mobil Caleg DPR RI Golkar Masih Misterius

Mobil branding Caleg DPR RI Golkar yang dirusak OTK
Sumber :
  • Istimewa/ VIVA Banyuwangi

Situbondo, VIVA Banyuwangi – Peristiwa perusakan mobil dengan branding Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Golkar masih belum terungkap. Polisi mengaku belum menerima laporan. Perusakan sendiri dilakukan Orang Tidak di Kenal (OTK) saat siang bolong.

img_title Abu Batubara Selimuti Pemakaman Umum Desa Wonorejo, Warga Terancam ISPA

Mobil milik anggota tim sukses Caleg DPR RI dari Partai Golkar ini mengalamai kerusakan pada bagian kaca depan mobil.

Berdasarkan bentuk kerusakan, diduga pelaku merusak mobil dengan branding Ubaidillah Amin atau Gus Ubaid tersebut menggunakan sebongkah batu bata.

img_title Limbah Batu Bara Diduga Dibuang di Dekat Pemakaman Umum Desa Wonorejo

“Saat kejadian, mobil terparkir di depan gang menuju pondok Al Ashar di Desa Mojosari (Kecamatan) Asembagus. Di depan rumah Bapak H Muhammad Haedi,” ujar Ahmad Jahrowi pada wartawan.

Jahrowi memperkirakan, perusakan yang dilakukan OTK tersebut diduga dilakukan antara pukul 14.00 hingga pukul 15.00 Wib saat kondisi masih terang benderang.

img_title DPRD Situbondo Dukung KSP Wisata Pasir Putih, Asal Sesuai Regulasi Aset Daerah

“Ada serpihan batu bata yang berada di sekitar mobil. Mungkin dengan menggunakan ini (batu bata) mereka merusak kaca mobil,” tutur pendukung caleg Dapil Jatim III tersebut.

Mengetahui mobil menjadi korban perusakan OTK, Jahrowi mengaku langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Asembagus.

“Kok nggak ada ya laporannya ke kami ya?."Nggak tahu laporannya ke mana. Coba aja tanya, mungkin langsung ke Polres," kata Kapolsek Asembagus Iptu Untoro Windu Priyadi pada awak media.

Sementara itu, Caleg DPR RI Golkar Dapil Jatim III Gus Ubaid saat dikonfirmasi jurnalis mengaku telah menyerahkan masalah tersebut pada polisi.

“Saya meminta kepada teman-teman agar tetap berkampanye dengan cara-cara yang santun dan bijak. Tidak perlu terpancing emosi,” jelas Caleg DPR RI Dapil Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso itu.

Peristiwa ini menjadi atensi polisi guna mencegah munculnya kemungkinan gangguan kamtibmas menjelang Pemilu 2024.