Beras Mahal, Pedagang Lontong Lelah Tekan Keuntungan

Nurhasanah penjual lontong di Pasar Banyuwangi
Sumber :
  • Fitri Anggiawati/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Kian mahalnya beras di pasaran menimbulkan efek ke berbagai sektor, termasuk pedagang lontong yang sehari-hari menggunakan beras sebagai bahan baku. 

Konsumsi Daging Sapi di Banyuwangi Capai 4,2 Ton Perhari, Paling Tinggi Wilayah Ini

Seperti yang dialami pedagang lontong di Pasar Banyuwangi, Nurhasanah yang mengaku lelah terus menekan keuntungan. 

Hal tersebut karena kenaikan harga lontong yang dijualnya, dari harga seribu menjadi Rp 1.250 banyak dikeluhkan oleh pelanggannya. 

Rp 3,3 Miliar Siap Dicairkan, Revitalisasi Pasar Rogojampi Dikerjakan Tahun Ini

“Saya harus bagaimana, ukuran diperkecil protes, naikkan harga Rp 250 diprotes, padahal beras mahal,” kata Nurhasanah pada Banyuwangi.viva.co.id.

Rata-rata pelanggannya adalah pedagang bakso dan rujak yang akan kembali menjual lontong tersebut di dagangan mereka. 

Beras Impor 20 Ribu Ton Tiba di Banyuwangi, Stok Pangan Dipastikan Aman

Para pedagang tersebut memprotes karena naiknya harga dikhawatirkan juga akan berpengaruh pada harga perporsi atau keuntungan pedagang. 

“Saya sendiri terus nekan keuntungan karena takut pelanggan lari,” ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title