Cerita Kisah Cinta Segitiga di Kerajaan Majapahit

Ilustrasi Cinta Segitiga
Sumber :
  • Pexels.com

Peristiwa, VIVA Banyuwangi – Kerajaan sebesar Majapahit ternyata memiliki kisah cinta pelik yang menghiasi sejarah kuno di Indonesia.

img_title Polres Situbondo Dorong Pelajar Gunakan AI Secara Cerdas dan Bertanggung Jawab

Bahkan skandal cinta segitiga tersebut melibatkan petinggi kerajaan Majapahit. Cerita tersebut menyiratkan intrik politik.

Lantas bagaimana kisah cinta segi' yang pernah menggegerkan Kerajaan Majapahit?

img_title Pemuda 22 Tahun Tewas Gantung Diri di Makam, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Di era pemerintahan Prabu Jayanegara, kedua adik perempuannya ditugaskan menjadi kepala daerah di Kediri. Ia merupakan Dyah Wiyat yang kemudian diberi gelar Rajadewi Maharajasa Bhre Daha.

Perlu diketahui jika Dyah Wiyat merupakan kakak kandung dari Dyah Gitarja yang dikenal dengan Tribhuwana Tunggadewi. Kedua merupakan dari Raden Wijaya dengan Gayatri Rajapatni.

img_title BEM dan MPM Untag Banyuwangi Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

Dyah Wiyat sebagai sekar kedaton atau puteri raja tentu memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Hal itu menjadi incaran oleh beberapa laki-laki terhormat, salah satunya adalah Ra Tanca.

Ra Tanca sendiri merupakan seorang dokter yang juga anggota dari tujuh Dharmaputra. Namun, ia terlibat dalam pemberontakan pimpinan Ra Kuti.

Ternyata Dyah Wiyat juga mencintai Ra Tanca. Namun, hubungan keduanya terhalang oleh kekuasaan Majapahit, perbedaan sosial jadi masalah kisah asmaranya.

Pada akhirnya, Dyah Wiyat menikah dengan Raden Kudamerta atau Bhre Wengker. Sedangkan Ra Tanca juga meminang wanita lain pilihannya.

Perlu diketahui jika Raden Kudamerta merupakan bangsawan asal Wengker. Pernikahannya dengan Dyah Wiyat terjadi bukan karena saling menyayangi, namun berlandaskan politik.

Bahkan, ada riwayat yang menjelaskan jika Raden Kudamerta sebelumnya sudah menikah dengan wanita bernama Dyah Menur Hardiningsih hingga memiliki seorang putra laki-laki.

Rahasia Raden Kudamerta ini pada akhirnya diketahui oleh Dyah Wijaya. Lantas, Dyah Menur yang tahu suaminya menikah lagi memiliki menyingkir.

Di satu sisi, Dyah Wiyat yang tahu istri Raden Kudamerta sebelumnya adalah Dyah Menur ingin sekali membawanya dan berbagi dengan suaminya. Namun, hal itu tak pernah terjadi hingga ia memimpin Majapahit bersama kakaknya, Dyah Gitarja atau Tribhuwana Tunggadewi.