Polri Libatkan Pondok Pesantren dalam Program Ketahanan Pangan

Polri libatkan pondok pesantren dalam program ketahanan pangan
Sumber :
  • https://www.viva.co.id/foto/1841517-polri-gandeng-pesantren-wujudkan-swasembada-pangan?page=2

Jombang, VIVA Banyuwangi – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memimpin aksi tanam jagung serentak di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo.

img_title Polres Situbondo Dorong Pelajar Gunakan AI Secara Cerdas dan Bertanggung Jawab

Aksi penanaman jagung ini dipimpin langsung oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo. Kegiatan ini menandai komitmen kuat Polri dalam mendukung swasembada pangan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan strategis dengan pondok pesantren.

Polri menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 1 juta hektar pada kuartal III tahun 2025. Hingga saat ini, realisasi sudah mencapai 440.000 hektar. Sebelumnya, kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghasilkan penanaman 330.000 hektar di area perhutanan sosial.

img_title Pemuda 22 Tahun Tewas Gantung Diri di Makam, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Khusus di wilayah Jawa Timur, Polri menggandeng 264 pondok pesantren yang menyediakan lahan produktif seluas 509,37 hektar, dan melibatkan lebih dari 82.000 santri. Dari target nasional 1 juta hektar, total produksi jagung diperkirakan mencapai 4 juta ton.

Polda Jawa Timur memegang peran kunci dalam realisasi program ini. Total lahan yang dikelola mencapai 209.587,85 hektar, dan 65.263,68 hektar di antaranya telah ditanami jagung. Dalam kegiatan tanam serentak kali ini, Polda Jatim menanam di 2.226,53 hektar lahan, terdiri dari 1.717,16 hektar lahan binaan dan 509,37 hektar lahan pesantren. Estimasi panen dari kegiatan ini diperkirakan mencapai 17.448,24 ton.

img_title KHATTIBARI UNWAHA, Lestarikan Seni Religi dan Cetak Ratusan Prestasi hingga Kancah Internasional

Polri, melalui Polda Jatim, berperan sebagai penggerak lapangan dan fasilitator utama dalam strategi ketahanan pangan yang menggabungkan pendekatan spiritualitas dan pemberdayaan ekonomi pesantren.

Untuk menjamin keberlanjutan dan kesejahteraan petani jagung, koordinasi intensif dilakukan dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, serta kelompok tani. Polri memastikan seluruh hasil panen terserap dengan harga yang adil sesuai ketetapan pemerintah.

“Bersama seluruh komponen bangsa, termasuk pondok pesantren, Polri berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden. Kami memastikan hasil jagung diserap dengan harga adil demi kesejahteraan rakyat,” ujar Komjen Dedi.

Melalui program ini, Polri tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional berbasis spiritualitas dan kearifan lokal.