Universitas Paramadina Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2025

Universitas Paramadina ragukan data pertumbuhan ekonomi BPS.
Sumber :
  • https://perkuliahankaryawan.com/biaya-kuliah-s2-universitas-paramadina-upm-jakarta/

Jakarta, VIVA BanyuwangiUniversitas Paramadina meragukan keakuratan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year/YoY).

img_title Pelaku Usaha Indonesia-AS Teken 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar, Apa Saja Isinya?

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Minggu, 10 Agustus 2025, Universitas Paramadina menilai data tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata perekonomian di lapangan. Mereka menyebutkan daya beli masyarakat melemah, konsumsi rumah tangga stagnan, pesimisme produsen meningkat, dan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.

"Data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian masyarakat saat ini," ujar pihak Universitas Paramadina dalam pernyataan resminya, dikutip dari tvonenews.com, Senin, 11 Agustus 2025.

img_title Didorong Infrastruktur dan Sektor Hiburan, Pemprov DKI Yakin Ekonomi Jakarta Tumbuh di Atas 5 Persen!


Universitas Paramadina juga menilai bahwa BPS sebagai lembaga negara memiliki amanat konstitusi untuk menyediakan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, publik berhak mengetahui secara rinci metodologi dan asumsi perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB), termasuk sumber data dan metode estimasi yang dapat diverifikasi berbagai pihak.


"BPS harus transparan terkait metodologi dan asumsi dalam perhitungan PDB agar publik dapat memahami dan memverifikasi data yang disajikan," tambah Universitas Paramadina, dikutip dari tvOnenews.com, Senin, 11 Agustus 2025.

img_title Ambil Bagian Pencapaian Ekonomi dan SDM Jawa Timur, Lumajang Berkomitmen Mendukung Semangat Jatim Tangguh dan Bertumbuh


Mereka menyoroti adanya kesenjangan antara data resmi BPS dan indikator ekonomi sektoral yang justru menunjukkan perlambatan. Universitas Paramadina mengingatkan bahwa kredibilitas BPS adalah modal utama kepercayaan publik, dan data yang tidak akurat dapat menyebabkan kebijakan ekonomi nasional menjadi salah arah.


"Kredibilitas BPS adalah modal utama kepercayaan publik. Jika data tidak sesuai dengan kenyataan, maka kebijakan ekonomi nasional juga akan salah arah," pungkas Universitas Paramadina, dikutip dari tvOnenews.com, Senin, 11 Agustus 2025.